Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Akan Pilih Talent Pool Digital, Khusus Eselon III-V Dimulai 2026, sedangkan Seleksi Jabatan Eselon II Tetap Pakai Sistem Lelang

Cintia Yuliani • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Plt Kepala BKPSDM Bantul Isa Budi Hartomo
Plt Kepala BKPSDM Bantul Isa Budi Hartomo


BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan menerapkan talent pool alias manajemen talenta untuk pola rekrutmen pejabat. Hanya saja, talent pool digital itu baru bisa dilaksanakan 2026. Khusus untuk pejabat eselon III, IV, dan V yang mencakup posisi seperti kepala bagian, kepala bidang, kepala sub-bagian, kepala seksi, dan pengawas.

“Begitu aplikasi dinyatakan oke, maka akan langsung kami pakai,” jelas Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Bantul Isa Budi Hartomo saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (3/10).

Isa mengatakan aplikasi manajemen talenta berfungsi sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan kinerja para aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Bantul.

Sistem talent pool digital yang dinamakan Sobat Karir sudah bisa terhubung dengan sistem informasi manajemen talenta (Simata) milik BKN.

Jika dibandingkan dengan talent pool manual, cara ini dinilai lebih hemat APBD. Namun dia tidak menutup mata terhadap kelemahan sistem. Salah satunya adalah soal data yang harus selalu diperbarui secara reguler. Jika tidak, bisa merugikan ASN yang seharusnya berhak promosi. Selain itu, ada ancaman keamanan data.

“Sepandai-pandai kami menggunakan ISO keamanan data, hacker lebih pandai. Jadi ada kemungkinan di-hack,” ujarnya.

Proses pembuatan aplikasi tersebut masih mencapai 80 persen. “Tanggal 7 Oktober nanti Pak Bupati akan ada ekspos dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara),” katanya.

Sebelumnya pihaknya memang telah melakukan pra-ekspos dua kali. Dengan uji coba aplikasi manajemen talenta yang diawasi oleh BKN. “Ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan perbaikan dan juga diselaraskan, nanti Pak Bupati ekspos juga nggak memungkiri akan ada catatan lagi,” tuturnya.

Catatan tersebut yakni mengenai keselarasan aplikasi manajemen talenta dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RJMD) baru dan penyempurnaan tampilan portal dari aplikasi manajemen talenta.

Menurutnya di dalam aplikasi manajemen talenta harus menyesuaikan pembobotan kinerja para ASN. Dia pun sudah menunjukkan mekanisme pembobotan kinerja ASN di dalam aplikasi manajemen talenta milik Pemkab Bantul ke BKN.

“Pembuatan aplikasi itu, ada 12 dokumen yang harus disiapkan dan itu tidak boleh keliru. Data itu nantinya dibahasakan ke mesin,” katanya.

Apabila aplikasi sudah berfungsi 100 persen, maka bisa digunakan oleh seluruh ASN. Mereka yang memiliki bobot kinerja terbaik di dalam organisasi pemerintah, akan langsung diketahui aplikasi ini.

Sedangkan untuk eselon II, lanjutnya, masih akan menggunakan lelang jabatan. “Karena manajemen talenta belum siap, jadi untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II masih menggunakan sistem lelang,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Bantul Triyanto menyebut, talent pool berfungsi untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan pegawai yang memiliki potensi serta kinerja terbaik. “Tujuannya untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam birokrasi,” ungkapnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pemerintah Kabupaten (Pemkab) #kinerja asn #eselon #simata #talent pool #bkn #Sistem Informasi Manajemen Talenta #Bantul #Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) #eselon III #pejabat #digital #eselon II #Manajemen Talenta #Rekrutmen