BANTUL - Permintaan dropping air bersih pada 2025 menurun drastis dibandingkan tahun lalu.
Hingga September, tercatat hanya tiga kapanewon yang mengajukan bantuan air bersih, sementara pada 2024 mencapai sepuluh kapanewon.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menjelaskan, hingga awal Oktober ini ada tiga kapanewon yang meminta dropping air bersih berasal dari Dlingo, Srandakan, dan Pajangan.
"Menurunnya permintaan, karena ada kemarau basah," jelasnya saat dihubungi Kamis (2/10/2025).
Permintaan dropping air bersih dari Kapanewon Srandakan lantaran adanya kerusakan groundsill atau DAM Srandakan. Hal tersebut mengakibatkan debit air menurun.
"Dan di sana baru kali ini minta dropping air, sebelumnya tidak," tuturnya.
Sementara itu, dropping air bersih di Kapanewon Dlingo dan Pajangan karena debit air berkurang imbas adanya musim kemarau.
"Sejak Juli sampai September ada 1,230 juta liter air bersih yang sudah didistribusikan," jelasnya.
Permintaan tertinggi berada di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan dengan jumlah 675 ribu liter.
Sedangkan dropping air bersih di Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, sebanyak 540 ribu liter.
Dropping air bersih di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo tergolong paling sedikit yakni 15 ribu liter.
Menurutnya dropping air di Pajangan dan Dlingo tergolong masih baru.
"Tentu perbandingan permintaan dropping air bersih sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya," katanya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Bantul untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih," imbaunya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita