“Alhamdulillah, puji syukur, puji Tuhan, alhamdulillah Danais tidak jadi dipangkas," jelasnya saat ditemui Rabu (24/9).
Hal ini, kata dia, memberi peluang besar bagi pemerintah DIY termasuk pemerintah kabupaten/kota, untuk bisa meningkatkan kinerja program keistimewaan.
Berbagai agenda yang sebelumnya akan tertunda kini bisa dilanjutkan, sehingga rencana yang sudah disusun dapat benar-benar terealisasi.
“Tapi alhamdulillah kalau ini tidak jadi dipangkas. Kami turut bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden dengan tidak memangkas Danais," tuturnya.
Halim menegaskan Danais sangat penting untuk mendukung program prioritas.
Anggaran tersebut digunakan untuk kebudayaan, tata ruang, pembiayaan pertanahan, kelembagaan, hingga reformasi birokrasi di tingkat kalurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Yanatun Yunadiana mengaku sangat berharap Danais bisa kembali seperti dulu.
“Sebagai masyarakat bisa menikmati dan sangat berharap Taman Budaya Bantul bisa segera terwujud sebagai ajang ekspresi budaya masyarakat,” ucapnya.
Proses perencanaan Taman Budaya Bantul sendiri disebut sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu alokasi anggaran. Lokasinya dipersiapkan di Kamijoro, Sendangsari, Pajangan.
Ia mengatakan, Detail Engineering Design (DED) dan pembangunannya nanti akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). (cin)
Editor : Bahana.