BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memiliki program pembayaran tiket wisata melalui aplikasi Beti Sakebon. Layanan digital beli tiket wisata ke Bantul online ini baru diluncurkan tiga minggu lalu. Namun sampai saat ini, wisatawan masih asing dengan aplikasi dan website baru tersbut.
“Petugas TPR juga tetap menawarkan menggunakan aplikasi atau website Beti Sakebon, tapi yang sering digunakan QRIS,” ungkap pemungut retribusi Pantai Depok Edi Pramono saat ditemui di TPR Pantai Depok Selasa (23/9).
Menurut Edi, wisatawan terutama yang usianya di atas 30 tahun jarang yang memanfaatkan aplikasi baru ini. “Yang pakai QRIS saja cuma anak-anak muda," lontarnya.
Belum digunakannya aplikasi baru ini, kata dia, karena pengunjung yang sering melewati TPR Pantai Depok didominasi warga lokal.
Dia menilai, penggunaan aplikasi akan memudahkan petugas. Karena tiket bisa dibeli jauh-jauh hari. Petugas tinggal mengecek bukti pembayaran. "Kalau pakai aplikasi, kita tetap harus pastikan jumlah sesuai dengan yang dibeli," jelasnya.
Seperti saat rombongan memesan tiket 50. Namun saat datang ke lokasi jumlahnya kurang dari itu, petugas akan mengembalikan sisa uang. "Dan Itu harus dilaporkan lagi ke kantor,” ucapnya.
Sementara Koordinator TPR Induk Parangtritis Rohmad Riwanto menuturkan hal serupa. Sampai saat ini belum ada wisatawan yang menggunakan Beti Sakebon.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi. Tidak hanya lewat media sosial, namun juga baliho. “(Juga, Red) mengirim ke asosiasi biro perjalanan dan guide. Juga lewat media massa,” jelasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita