BANTUL - Pemkab Bantul menyalurkan bantuan pemberdayaan dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem. Program ini menyasar 252 keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah memiliki usaha.
“Besaran dana untuk satu KPM bansos stimulan modal usaha program ini sebesar Rp 1,9 juta,” sebut Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Dendi Sulistyo Wibowo di Pendopo Bumi Arum, Pundong, Tilaman, Wukirsari, Imogiri Senin (15/9).
Dia menyebut, terdapat tujuh rumpun usaha yang mendapat dukungan. Rinciannya 32 orang di bidang ekonomi kreatif, 20 orang industri pengolahan, dan 5 orang usaha jasa kesehatan. Sementara 33 orang usaha jasa perorangan yang melayani rumah tangga, 4 orang jasa konstruksi, 71 orang usaha perdagangan, serta 87 orang usaha pertanian dan peternakan.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 497,8 juta. Seluruh penerima tersebar di 17 kepanewon se-Bantul akan dibagikan di lima titik selama lima hari. Terhitung sejak Senin (15/9) sampai Jumat (19/9), berada di Imogiri, Banguntapan, Sewon, Pandak, dan Sanden.
Dendi menambahkan, penerima manfaat ditetapkan dengan kriteria tertentu. Antara lain masyarakat miskin terdata di Sidamesra, memiliki visi dan komitmen menjadi wirausaha, danmemiliki gambaran usaha yang akan diberdayakan. Kemudian memiliki keterampilan dasar, serta bersedia menjalankan program pemberdayaan. Usia penerima juga dibatasi, antara 15-64 tahun.
Dia berharap dengan adanya program ini, pemberdayaan, penumbuhan, dan pengembangan wirausaha di Bantul semakin tumbuh. “Serta berdampak pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Salah satu KPM Ida Wahyuni, warga Kapanewon Dlingo mengaku senang bisa ikut merasakan program tersebut. Dia berencana menggunakan bantuan untuk mengembangkan usaha peternakan kambing.
“Ini pengentasan kemiskinan. Bantuannya berupa uang, nanti dibelanjakan sesuai usaha masing-masing," jelas ibu rumah tangga berusia 28 tahun ini. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita