BANTUL - Kapasitas pengolahan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran sudah meningkat. Tak lagi melayani sampah dari Kota Jogja, namun juga dari Pemerintah Kabupaten Bantul maupun pihak swasta.
General Manager ITF Bawuran Novianto menjelaskan, kerja sama dengan Pemkot Jogja akian selesai 14 September mendatang. Jumlah sampah yang ditangani disebut hanya 825 ton. “Sampai sekarang sisa sampah kota 140 ton,” sebutnya Rabu (3/9).
Selama ini, lanjutnya, Pemkot Jogja hanya membuang sampah rata-rata empat truk per hari. Total sampah mencapai 20 ton. Meski demikian, Pemkot Jogja mengirimkan delapan truk sampah. Namun ini hanya terjadi dua kali saja.
Jumlah itu, belum termasuk sampah dari Kabupaten Bantul dan swasta. Sehingga kapasitas pengolahan sampah di ITF Bawuran mencapai 35 ton per hari.
Disinggung soal lambatnya pengolaan sampah, Novianto membantahnya. Sebab cepat atau lambatnya proses pengolahan, menyesuaikan sampah yang dikirim.
Terlebih jika sampah yang sudah lama dan tercampur dengan organik basah. Dia tidak menampik akan membutuhkan waktu yang lebih lama. “Kalau sampah dari depo usianya sudah seminggu, bercampur jadi basah semua. Itu yang membuat kapasitas pengolahan berkurang,” bebernya.
Sementara itu, Wakil General Manager ITF Bawuran Mohammad Imam Santoso menyampaikan, masukan dari DLH Kota Jogja terkait lambannya pengolahan sampah menjadi bagian penting untuk evaluasi. “Itu bagian dari koreksi agar kami lebih baik,” sebutnya.
Baca Juga: Tiga Karangan Bunga, Tiga Pesan Haru Denise Chariesta untuk Uya Kuya
Ke depan, alat dan sistem pengelolaan akan dimaksimalkan. Dia memastikan, pengelolaan tidak hanya lewat burning system. Namun juga pendekatan berkelanjutan. Sehingga target pengelolaan sampah 50 ton per hari bisa tercapai.
"Saat ini sedang perbaikan untuk memaksimalkan waktu, setelah perbaikan target kami tiga sif dengan kapasitas di atas 40 ton di bawah 50 ton olah dan pilah," bebernya.
Dia pun berharap, pemerintah bisa menambah unit pengolahan sampah serupa agar peran penyelesaian sampah lebih merata. “Pun kalau kami beroperasi penuh, rasanya tidak mungkin menyelesaikan seluruh volume sampah di seluruh Jogja,”lontarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita