Langkah ini diambil sebagai antisipasi merespons kondisi masyarakat yang sedang bergejolak akibat aksi demonstrasi.
Kepala Kejari Bantul Kristanti Yuni Purnawanti menegaskan, pihaknya prihatin dengan situasi saat ini. “Indonesia sedang tidak baik-baik saja, DIY sedang tidak baik-baik saja, dan Bantul juga sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya saat acara rapat koordinasi mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi terkini di Pemkab Bantul Senin (1/9).
Kristanti menjelaskan, pemicu demonstrasi sejak 25 Agustus lalu ada beberapa hal.
Pertama, adanya kesenjangan antara gaji anggota dewan yang kemudian berimbas ke mana-mana.
Kedua, kecelakaan yang terjadi sehingga beberapa jajaran Polri menjadi sasaran pendemo. Ketiga, kebijakan pemerintah daerah yang dianggap masyarakat tidak relevan.
Situasi tersebut dinilai berpotensi menyebar ke berbagai daerah. Kondisi masyarakat saat ini tengah panas dan bergejolak.
Mereka menolak segala bentuk kejahatan dan tidak menerima alasan apa pun yang disampaikan pemerintah.
“Ibaratnya api yang sedang berkobar, mau dikasih air tetap saja apinya naik,” katanya.
Kristanti berharap seluruh pihak bisa cooling down. Artinya bisa menampung semua aspirasi masyarakat dan memberikan pemahaman informasi yang benar.
Ia menekankan perlunya data dan informasi dari seluruh jajaran, termasuk panewu maupun polsek, agar potensi gejolak bisa diantisipasi.
Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat sebaiknya diterima dengan kepala dingin dan lapang dada.
Karena situasi tersebut ia menegaskan, Kejari Bantul menunda persidangan dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami tidak melakukan persidangan minggu-minggu ini, sambil menunggu situasi ke depan,” tambahnya.
Sementara itu Ketua PN Bantul Aries Sholeh Efendi juga menyampaikan penundaan persidangan dilakukan demi kondusifitas.
“Beberapa sidang memang menarik perhatian publik dan berpotensi kerusuhan. Karena itu sebagian sidang kami tunda,” tegasnya.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menyampaikan hal serupa. Menurutnya, agenda dewan juga ikut ditunda.
“Sebetulnya ada agenda audiensi, tapi kita pending dulu, karena melihat situasi dan kondisi,” tuturnya.
Beberapa kegiatan DPRD Bantul lainnya pun sementara dihentikan menunggu kondisi lebih tenang. “Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Terkait pelayanan, mungkin ada beberapa agenda yang harus kami tunda,” tutupnya.
Pihaknya juga mengantisipasi terkait isu ataupun rencana unjuk rasa di Bantul.
Hanung menjelaskan penjagaan sudah dilakukan sejak beberapa malam sebelumnya. DPRD Bantul mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
“Sehingga minimal masyarakat berpikir dua kali,” katanya. (cin)
Editor : Bahana.