“Karena memang harus dibongkar agar nyambung seperti gapura di sisi selatan,” katanya saat ditemui Minggu (31/8).
Ari menegaskan, pembongkaran gapura bukan tanpa persiapan. Sejak awal sudah ada audiensi dan koordinasi.
“Kalau teknis kami kurang tahu persis, karena proyek ini milik APBN," tuturnya.
Pihaknya hanya menyiapkan lokasi, perizinan tanah, hingga koordinasi pemindahan fasilitas.
Pemindahan fasilitas yang dimaksud antara lain tiang listrik dan telekomunikasi.
PLN maupun provider internet memindahkan aset masing-masing, sementara Pemkab hanya memfasilitasi rapat koordinasinya.
“Jadi semua biaya pemindahan ditanggung pemilik aset,” tambah Ari.
Pembongkaran ini menjadi bagian dari proyek peningkatan Jalan Cepit Tembi yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp 16 miliar.
Selain gapura, jalur rel kereta lama juga terdampak.
Rel tersebut tidak dicabut, melainkan hanya diturunkan lalu ditimbun kembali sehingga asetnya tetap terjaga.
Jalur ini, kata dia, juga tetap diberi tanda dan rencananya akan dilengkapi penanda khusus yang menunjukkan di lokasi tersebut dahulu pernah ada lintasan kereta, lengkap dengan keterangan tahun beroperasinya.
Sejalan dengan penataan rel lama, pengerjaan infrastruktur di sisi barat Jalan Cepit Tembi pun mulai di aspal.
Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas.
“Karena masih proses, sifatnya sementara, yang penting kita sabar, patuhi rambu-rambu, ikuti arahan petugas," pesannya.
Prinsipnya, kata dia, proyek ini ditujukan agar cepat selesai, tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar, serta mengantisipasi agar tidak ada korban jiwa.
Ia menambahkan, manfaat jalan baru akan langsung terasa setelah selesai dalam pengerjaannya.
Dengan kondisi jalan yang lebih lebar, pengguna akan lebih nyaman karena selama ini ruas yang sempit kerap menyulitkan saat hendak mendahului kendaraan lain.
Jalan baru itu nantinya juga diharapkan menghadirkan keamanan lebih baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menegaskan, gapura akan dibangun kembali setelah proyek selesai. Hanya saja lokasinya masih menunggu keputusan.
Jika nantinya ada wacana pelebaran jalan sampai ke utara, kata dia, gapura akan dipindah ke utara dari posisi gapura sebelumnya.
"Tapi kalau tidak, akan dibangun lagi di lokasi semula,” tambahnya.
Aris juga menyebut progres proyek masih tergolong minim.
Meskipun kontrak sudah berjalan, pengerjaan Jalan Cepit Tembi belum mencapai 30 persen.
Namun ia memastikan setelah proses penyingkiran tiang dan pohon selesai, tahapan berikutnya akan langsung dilanjutkan dengan pengaspalan. (cin)
Editor : Bahana.