Pesan itulah yang digaungkan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran saat menggelar lomba pilah sampah, Minggu (24/8).
Kegiatan ini digelar untuk memperingati HUT ke-80 RI, sekaligus mengajak warga lebih peduli pada pengelolaan sampah rumah tangga.
Wakil General Manager ITF Bawuran Mohammad Imam Santoso menegaskan, kemerdekaan sejati tidak hanya soal lepas dari penjajah, melainkan juga mampu bertanggung jawab terhadap sampah sendiri.
"Edukasi pilah sampah penting untuk mengenalkan mana jenis sampah bernilai ekonomis, mana yang residu, hingga yang bisa untuk pupuk," jelasnya saat ditemui di ITF Bawuran Minggu (24/8).
Lomba pilah sampah kali ini terbagi dua kategori. Pertama tingkat SMP yang diikuti 10 pelajar. Kedua kategori umum dengan peserta mayoritas ibu rumah tangga sebanyak 26 orang dan satu laki-laki.
Imam berharap keterlibatan anak muda dan orang tua bisa menjadi titik awal gerakan pilah sampah di keluarga.
"Lomba pilah sampah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat," tuturnya.
Bagi anak-anak, kata dia, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya memilah sampah, sekaligus mengenalkan sebagian sampah memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan benar.
Sedangkan, untuk para orang tua lomba ini menjadi kesempatan berharga dalam mendapatkan edukasi tentang cara mengolah sampah rumah tangga secara lebih baik dan bijak, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pilah sampah, panitia juga menggelar lomba menggambar. Sebanyak 57 anak menuangkan imajinasi mereka di atas kertas.
Hasil karya tersebut dipajang di area ITF Bawuran, sekaligus membuktikan tempat pengolahan sampah modern tak lagi identik dengan bau menyengat.
"Di ITF Bawuran walaupun banyak sampah tapi kita ngga mencium bau banget, makannya tidak perlu takut di tempat sampah," tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta lomba pilah sampah yang berasal dari MTsN 1 Bantul Alia Isna Al-Azka mengaku senang bisa mengikuti lomba pilah sampah.
Ia berhasil mengumpulkan lebih dari satu kilogram plastik dan botol bekas dalam waktu 20 menit.
Dengan mengikuti lomba ini, kata dia, bisa menjaga lingkungan dan dapat mengedukasi masyarakat untuk sadar akan memilah sampah.
"Soalnya biar bumi kita semakin aman dan nyaman untuk ditempati," ujar siswi umur 14 tahun itu.
Ia pun mengikuti lomba ini dengan inisiatifnya sendiri, karena menurutnya banyak orang belum sadar dalam mengelola sampahnya sendiri.
"Saya berharap dapat meraih juara 1 dalam lomba pilah sampah ini," harapnya. (cin)
Editor : Bahana.