BANTUL – Mulai sejak April merasakan program makan bergizi gratis (MBG), para siswa di Bantul mengeluhkan rasa makanan. Meski sampai saat ini tidak ada laporan terjadinya kasus keracunan akibat mengonsumsi MBG.
siswa SMAN 1 Sewon, Bantul Marselinus Adrian Jova Mahardika, 15, mengaku di sekolahnya belum pernah ada keracunan akibat MBG. Namun, ia menilai cita rasa menu kurang menggugah selera. “Rasanya hambar setiap hari,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Sewon, Kamis (14/8).
Adrian menyebut lauk yang terasa hambar biasanya berupa tempe, tahu, dan sayur. “Menu makan kemarin, sayur kacang panjang rebus enggak ada rasanya, tempenya juga hambar,” keluhnya.
Ia mengaku, teman-temannya pun banyak yang menyisakan makanan MBG, karena rasanya yang hambar. “Menu MBG yang selalu habis itu susunya,” ujarnya. Meski begitu, ia memuji menu chicken katsu yang disajikan Rabu (13/8) lalu sebagai salah satu yang enak.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sewon Rozani menegaskan, sejak (6/4) hingga kini tidak ada kasus keracunan. Setiap pagi, pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memberikan sampel MBG untuk diperiksa sebelum dibagikan.
“Sampel kami cek kelayakan dan memastikan tidak ada yang basi. Kalau aman, baru didistribusikan,” jelasnya saat ditemui di SMAN 1 Sewon.
Sisa makanan juga tidak dibuang sembarangan, melainkan diambil kembali oleh SPPG untuk dikelola. Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka lebih dari satu sampel demi keamanan. “Kami tetap hati-hati saat mendistribusikan ke anak,” imbuhnya.
Sebelum didistribusikan kepada siswa, dari SPPG pun memberi tahu terlebih dahulu kepada pihak sekolah menu yang akan dikonsumsi oleh siswa dan nilai gizinya. Pada Kamis (14/8), menu MBG di SMAN 1 Sewon terdiri dari nasi, scrambled egg, oseng tempe, capcay, pisang, dan susu.
Berdasarkan informasi dari SPPG, nilai gizinya mencakup energi 706,21 kkal, protein 26 gram, lemak 19,2 gram, dan karbohidrat 108 gram. Sekolah ini mendapat jatah MBG untuk 1.070 siswa dari 30 rombongan belajar.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mencatat, MBG telah menjangkau 46 sekolah dengan total 23.995 siswa jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, dilayani oleh delapan SPPG.
Sementara itu, beberapa sekolah lain seperti SMPN 2 Kretek, SMPN 3 Imogiri, dan SMPN 3 Bantul masih dalam tahap pengajuan data penerima. “Kemarin baru pendataan jumlah siswa,” kata Kepala sekolah SMPN 2 Kretek Setyo Mawarto. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo