BANTUL - Sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Pandansari mulai dipindahkan Senin (11/8). Sempat tertunda lima kali, lokasi pembuangannya pun ikut berpindah. Bukan lagi di TPA Piyungan dan ITF Bawuran. Namun ke TPST Modalan, baru akan dipindahkan lagi ke TPA Piyungan.
“TPA katanya bukanya Selasa sama Kamis. Jadi, kalau Senin, truk-truk ditaruh dulu di Modalan,” ujar Ketua Forum Peduli Gandingsari (FPG) Haryanto saat ditemui di TPSS Pandansari Senin (11/8).
Dia menyebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengerahkan dua alat berat dan sekitar 20 armada truk. Masing-masing dengan sopir, kernet, dan tenaga bantuan.
Targetnya, tumbukan sampah bervolume 1.800 meter kubik atau sekitar 200 truk ini, akan dipindah selama lima hari ke depan. Selama pengangkutan, bak truk wajib ditutup rapat untuk mengurangi bau menyengat. Mengingat sampah sudah mulai terdekomposisi dengan tanah.
“Apalagi ini sudah tujuh bulan menumpuk, padahal kesepakatan awal sewa lahan hanya empat bulan,” lontarnya.
Selain sampah padat, penanganan air lindi juga dilakukan dengan hati-hati. Armada khusus satu tanki kedap bocor per hari turut dikerahkan.
Sebab air lindi yang keluar dari tumpukan sampah termasuk kategori limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya. Karena bercampur dengan bahan organik, logam, hingga limbah berbahaya. “Ada sampah rumah sakit masuk. Itu jelas berbahaya kalau tidak diolah sesuai prosedur,” ungkapnya.
Haryanto berharap, pembersihan dilakukan tuntas. Agar tahun depan lokasi tersebut bisa kembali digunakan untuk berbagai kegiatan.
Sementara hingaa berita ini diturunkan, jajaran DLH Bantul belum memberikan respons kepada Radar Jogja terkait sampah yang diangkut ke TPST Modalan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita