SEPI: Suasana rumah diplomat muda di Kementerian Luar Negeri RI Arya Daru Pangayunan di Banguntapan, Bantul Selasa (29/7)
BANTUL – Polda Metro Jaya telah merilis hasil penyelidikan lanjutan terkait kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda di Kementerian Luar Negeri RI. Berdasarkan temuan forensik digital, diketahui bahwa Arya pernah mengirim email berisi keinginan untuk mengakhiri hidupnya pada 2013.
Namun, pernyataan ini dibantah oleh kakak ipar Arya, Meta Bagus. Dia meyakini bahwa Arya tidak meninggal karena bunuh diri.
"Kami yakin almarhum bukan tipe orang yang akan melakukan itu. Selama bertahun-tahun kami mengamati, tidak pernah ada tanda-tanda seperti itu," ujar Meta saat ditemui di kediaman Arya Daru Selasa malam (29/7).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari masyarakat dan media terhadap kasus ini.
"Kami sangat menghargai perhatian publik. Kami percaya keadilan adalah hak kita bersama," tambahnya.
Meta juga berharap agar proses penyelidikan tetap dilanjutkan hingga semua fakta terungkap.
"Pihak Direskrimum telah menyampaikan bahwa penyelidikan belum selesai, masih ada hal-hal yang perlu digali lebih dalam. Mari kita tunggu bersama hasil akhirnya," jelasnya.
Dalam pernyataan resminya hari ini, Polda Metro Jaya menegaskan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kematian Arya Daru, dan kematiannya disebut tanpa melibatkan pihak lain.
Diketahui, Arya Daru ditemukan meninggal di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (8/7) dengan kondisi kepala dan wajah terlilit lakban kuning. (cr2)