Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Layangan 3D Anjingku Jadi Pusat Perhatian Pengunjung Jogja International Kite Festival 2025 di Pantai Parangkusumo

Elang Kharisma Dewangga • Minggu, 27 Juli 2025 | 03:31 WIB
UNIK: Peserta berusaha menerbangkan layangan 3D berbentuk anjing saat Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 di Pantai Parangkusumo, Bantul Sabtu (26/7).
UNIK: Peserta berusaha menerbangkan layangan 3D berbentuk anjing saat Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 di Pantai Parangkusumo, Bantul Sabtu (26/7).

BANTUL - Gelaran The 10th Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 di Pantai Parangkusumo, Bantul resmi dimulai Sabtu (26/7). Ratusan layangan memenuhi langit pantai selatan. Namun, satu layang-layang yang menjadi pusat perhatian wisatawan adalah layangan 3D berbentuk anjing.

Anjing raksasa ini semakin terlihat menggemaskan dengan hidung mungil dan garia senyuman. Membuat layang-layang seolah hidup. Tidak hanya menarik minat anak kecil untuk mengabadikan momen, namun juga kalangan dewasa.

Baca Juga: Anggota DPRD DIY Dr. Raden Stevanus Christian Handoko Jelaskan Makna Filosofis Logo Baru PSI: Simbol Kekuatan dan Optimisme

Salah satu pembuat layang-layang nusantara adalah R Setiyo Aji. Dia sengaja memilih hewan untuk menarik perhatian anak-anak. Terlebih saat ini, permainan ini justru sering dimainkan oleh orang dewasa. "Jadi, kami membuat layang-layang ini untuk memancing emosi dan daya tarik anak-anak," ucapnya usai pembukaan JIKF 2025.

Menurut Aji, konsep layang-layang berbentuk anjing itu berawal dari boneka kecil yang diperbesar. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat benar-benar menikmati dan mengeksplorasi kreativitas dari sang kreator. Hasilnya pun juga tak mengecewakan. Sejak sebelum diterbangkan, layang-layang bertajuk 'Anjingku' itu sukses memicu perhatian dari para pengunjung.

Baca Juga: Didukung HAKLI serta AKKOPSI, Program Makan Bergizi Gratis Akan Dipastikan Sehat dan Aman

"Anak-anak ini jadi tertarik dan saya lihat mereka asik menikmatinya," katanya.

Aji menuturkan, kehadiran layang-layang anjing raksasa ini membuktikan, inovasi dalam seni layang-layang dapat menciptakan daya tarik tak hanya bagi segmen anak-anak saja. Melainkan juga orang-orang dewasa.

Tak hanya itu, menurutnya, festival layang-layang ini pun kini bukan hanya ajang adu keterampilan saja. Namun sebagau sarana edukasi dan hiburan yang ramah bagi keluarga. "Ini baru pertama kali kami terbangkan spesial di Jogja," lontarnya.

Baca Juga: Didukung HAKLI serta AKKOPSI, Program Makan Bergizi Gratis Akan Dipastikan Sehat dan Aman

JIKF kali ini menghadirkan 200 layang-layang untuk kategori nasional yang diikuti oleh 35 klub. Ditambah 35 layang-layang yang turut dipamerkan oleh peserta dari berbagai negara. Seperti Amerika, Slovenia, Slovakia, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. (ayu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#layang-layang #pusat perhatian #anak-anak #boneka #JIKF #pengunjung #anak kecil #anjing #gelaran #Jogja International Kite Festival #Seni #Bantul #layangan #3D #Wisatawan #kreator #pantai parangkusumo