Meta Bagus, kakak ipar korban, dalam keterangannya mengungkap sejumlah kronologi dan kebiasaan Daru sehari-hari sebelum kejadian tersebut terjadi.
Menurut Meta, komunikasi terakhir antara Daru dan istrinya terjadi sekitar pukul 21.00 malam sebelum jenazahnya ditemukan.
Pada malam itu istri Daru masih berkomunukasi dengan Daru sekitar jam sembilan, istrinya membeli baju di Grand Indonesia dan sedang antre taksi.
"Setelah itu dihubungi terus tidak bisa,” tambahnya.
Kondisi tidak biasa mulai dirasakan keluarga sejak malam hari.
Saat itu, Meta sedang bersiap ibadah, melihat adiknya belum tidur, ia pun menanyakannya, karana biasanya sudah istirahat bersama anak-anaknya.
"Saya tanya kenapa belum tidur, dia jawab: ‘Aku ngenteni Mas Daru, tak kontak-kontak kok ra iso (nggak bisa dihubungi, Red)’,” jelasnya.
Keresahan semakin memuncak ketika hingga pagi Daru tidak juga memberikan kabar. "Paginya ya kita tahu sendiri apa yang terjadi,” ucapnya.
Meta juga menyampaikan hubungan antara Daru dan istrinya tergolong harmonis, dengan komunikasi yang rutin.
Mereka jarang tidak komunikasi, pada saat Daru lama tidak ada kabar istrinya merasa sangat resah.
Istrinya sampai meminta petugas kos untuk cek karena khawatir Daru kelelahan dan ketiduran.
Daru diketahui tengah bersiap untuk penempatan kerja di luar negeri. Segala sesuatu sudah dipersiapkan.
Koper sudah siap, bahkan sampai bumbu pecel dan tolak angin sudah disiapkan.
"Mereka semangat sekali menganai keberangkatannya” ujarnya.
Meta menambahkan almarhum bukan tipe yang mudah mengeluh, baik soal pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Ia mengatakan keluhan terakhir hanya soal salah beli ban mobil. Untuk urusan pekerjaan biasanya dibicarakan di meja kerja.
"Selebihnya kalau kumpul ya ngobrol santai, mau piknik ke mana, sangu bawa apa,” katanya.
Daru, menurut keluarga, dikenal sebagai sosok yang ceria, suka membantu, dan sangat peduli pada anak-anak.
Jika anaknya mengikuti lomba piano atau acara sekolah, Daru hampir tidak pernah absen. Selalu hadir dan ikut mendukung.
Sementa itu, mengenai proses hukum, Meta menegaskan keluarga besar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Ia percaya proses hukum sedang berjalan dan akan dilakukan sesuai aturan.
"Kami sekeluarga memilih untuk menunggu dengan sabar hasil dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian,” tutupnya. (Cr2)
Editor : Bahana.