BANTUL - Pemkab Bantul akhirnya melantik 507 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Senin (30/6). Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul Isa Budi Hartomo menaruh harapan besar terhadap pengabdian dan kinerja ratusan aparatur sipil negara baru tersebut.
”Harus lari,” tegas Isa usai penyerahan surat keputusan bupati Bantul tentang Pengangkatan PPPK Pemkab Bantul Formasi 2024 di Pendopo Parasamya.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Fesyen Anak Muda, Brand Gosh Luncurkan Koleksi Back to School
Yang dimaksud lari adalah seluruh PPPK baru harus berkomitmen memenuhi target yang dipatok kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Isa meminta ratusan PPPK ini tidak boleh leha-leha. Mereka harus ikut membantu pekerjaan OPD. Sebab, tiap OPD juga ditarget.
”Mereka tinggal fokus itu (target, Red) saja,” pesannya.
Jika seluruh PPPK ini punya komitmen serupa, Isa optimistis layanan publik di lingkungan Pemkab Bantul bakal lebih baik lagi. Dengan begitu, warga Bumi Projotamansari bisa lebih merasakan lagi kehadiran pemerintah.
Ya, 507 PPPK baru ini didominasi tenaga teknis. Mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik. Dari 507, Isa merinci, 76 di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Lalu, 163 tenaga guru. Yang terakhir, 268 formasi merupakan tenaga teknis.
Menurutnya, pengangkatan 507 PPPK ini merupakan tahap pertama. Sebab, pemkab sejak awal membuka 686 formasi. Namun, dari 2.204 peserta yang mengikuti seleksi administrasi dan seleksi kompetensi hanya 507 di antaranya yang dinyatakan lolos. Masih ada 179 formasi yang masih belum terisi. Sehingga, pemkab membuka rekrutmen tahap kedua.
”Hari ini seharusnya sudah keluar hasilnya (tahap kedua),” ungkapnya.
Saat memberikan pengarahan, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berpesan seluruh PPPK mampu menunjukkan kemampuan dan kinerjanya yang terbaik. Juga, menjaga integritas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Sebab, integritas merupakan pondasi utama untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
”Posisi ini adalah amanah dan sebuah kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Tak kalah penting, Halim juga menekankan pentingnya peran ASN dalam pembangunan negara. Menurutnya, ASN bukan pekerja kantoran. Lebih dari itu, seluruh ASN termasuk PPPK merupakan insan peradaban yang sarat dengan rasa empati. Dengan begitu, ASN harus bisa memahami sekaligus merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.
”ASN yang bertugas sebagai peramedis, misalnya, harus bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan pasiennya,” tutur Halim mencontohkan.
Halim menyadari tahu betul beban dan tanggung jawab ASN sangat berat. Kendati begitu, hal tersebut harus dilakukan. Sebab, kerja ASN harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. (*/zam)
Editor : Sevtia Eka Novarita