Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Sudah Berlaku Metode Real Time Online (RTO) Token, Calon Wali Murid SMP Masih Pilih Daftar Lewat Sekolah

Cintia Yuliani • Kamis, 19 Juni 2025 | 22:09 WIB
DAFTAR: Calon wali murid sedang melakukan pengajuan akun SPMB di SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul, Kamis (19/6/2025)
DAFTAR: Calon wali murid sedang melakukan pengajuan akun SPMB di SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul, Kamis (19/6/2025)

BANTUL – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi dibuka. Tahun ini, sistem pendaftaran dilakukan dengan metode baru yakni RTO (Real Time Online) berbasis token. 

Meski pengajuan akun memungkinkan pendaftaran dilakukan mandiri dari rumah, mayoritas lebih memilih datang langsung ke sekolah untuk dibantu prosesnya.

"Hari pertama pembukaan sekolah ini kaya Jalan Malioboro, penuh orang antre," ujar Sarjiono admin SPMB SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul saat ditemui Kamis (19/6/2025). 

Ia menjelaskan, pada hari pertama pendaftaran, lebih dari 100 calon murid datang langsung untuk mengajukan akun pendaftaran. Namun, ada pula yang mengajukan akun lewat online, tetapi menurutnya lebih sedikit dibandingkan yang datang langsung ke sekolah. 

Sarjiono menyebut sistem token memang baru digunakan tahun ini di jenjang SMP. Sebelumnya, sistem ini sudah diterapkan lebih dulu di tingkat SMA/SMK. Karena hal itu, banyak calon pendaftar dan orang tua murid yang masih bingung.

Untuk mengatasi hal tersebut, SMP Negeri 4 Banguntapan telah memfasilitasi bantuan pengajuan akun menggunakan token. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kendala teknis maupun kebingungan dalam proses pengajuan akun. 

SMP Negeri 4 Banguntapan menyiapkan tiga loket. Loket satu untuk pengajuan akun dan cetak print out, loket dua untuk verifikasi dan aktivasi akun, lalu loket tiga untuk pengembalian berkas yang sudah diverifikasi. 

"Kepala sekolah sudah membuat kebijakan untuk membantu masyarakat dalam mendaftar, agar calon murid tidak kebingungan dan bisa pengajuan akun token," tuturnya. 

SMP Negeri 4 Banguntapan sendiri memiliki daya tampung sebanyak 128 siswa, terbagi dalam lima jalur. Jalur afirmasi sebanyak 26 siswa, domisili radius 6 siswa, domisili wilayah 45 siswa, mutasi orang tua 6 siswa, dan jalur prestasi 45 siswa.

Ia menilai sistem token memang terasa lebih merepotkan di awal bagi calon pendaftar. Namun dari sisi sekolah, sistem ini membuat proses lebih efisien dan adil karena semuanya dilakukan secara daring dan tersistem. 

Jika tahun lalu mengubah jalur, harus membatalkan verifikasi terlebih dahulu. Namun dengan adanya token, sudah tidak perlu membatalkan verifikasi. "Cukup ubah langsung dari akun masing-masing," lanjutnya.

Keunggulan lainnya, sistem token ini mencegah adanya praktik manipulasi data, seperti surat keterangan domisili rekayasa. Untuk jalur radius, misalnya, pengukuran dilakukan secara digital dari titik diagonal sekolah ke rumah calon murid. Tim sekolah pun akan melakukan verifikasi lapangan sesuai alamat di Kartu Keluarga.

Sementara itu, salah satu calon wali murid SMP Negeri 4 Banguntapan Suranto 40, mengaku memilih datang langsung ke sekolah untuk mengajukan akun. 

"Saya baru pertama kali, agak bingung juga, jadi pengajuan akun dilakukan di sekolah saja," jelasnya. (cr2)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pendaftaran #penerimaan murid baru #SMPN 4 Banguntapan #Online #real time online #token #Banguntapan Bantul