BANTUL - Festival musik khas pesisir selatan Yogyakarta kembali hadir tahun ini.
Bertajuk Irama Ombak Selatan, Kerontjong Pesisiran gelaran ini akan dihelat pada Sabtu (21/6/2025) di Pantai Goa Cemara, Bantul.
Festival ini sekaligus memperingati Hari Musik Sedunia dan momen istimewa musim migrasi tukik pertama tahun ini.
Setelah sukses menggelar edisi sebelumnya bertajuk Swara Ibu Senja di tahun 2024, tahun ini Keroncong Pesisiran mengusung semangat baru lewat tajuk Irama Ombak Selatan.
Festival ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Pengelola Pantai Goa Cemara, Tamasya Karsa, dan didukung penuh oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta.
“Kami selalu berupaya menyajikan pengalaman yang berbeda dalam setiap edisi Keroncong Pesisiran."
"Tahun ini kami hadirkan harmoni antara musik, laut, dan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi Selasa (17/6/2025).
Festival ini tidak hanya menghadirkan musik keroncong sebagai hiburan, tapi juga sebagai bahasa ekspresi dan ruang kolaborasi.
Menurut Evander Dwi P, selaku Festival Director, keroncong menjadi simbol harmoni baik dengan alam, dengan kolaborator, hingga dengan warga sekitar.
"Konsepnya saya sebut sebagai gotong keroncong," jelasnya.
Sementara itu, Primastri Jati, Creative Director acara, menekankan festival ini tidak hanya mengangkat musik keroncong.
"Festival ini juga mengangkat kearifan lokal dan isu lingkungan," ujarnya.
Maka tak heran jika dalam rangkaian acara, selain konser utama, akan digelar berbagai aktivitas tematik.
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah ritual pelepasliaran tukik ke laut lepas.
Kegiatan ini akan melibatkan musisi, pengunjung, dan warga sekitar, memanfaatkan lokasi Pantai Goa Cemara yang merupakan wilayah konservasi penyu.
Keseluruhan program mengajak pengunjung untuk tidak hanya menikmati musik, tapi juga menjelajahi pesisir.
Sementara itu, Panggung utama akan menampilkan musisi lintas genre seperti The Cloves and The Tobacco, Iksan Skuter, Purapurahidup, Keroncong Jazz Lastarya, dan Hamkri Bantul. (cr2)
Editor : Iwa Ikhwanudin