Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Total Ada 17 Laka Laut di Pantai Parangtritis sejak Januari-Juni 2025, Satu Orang Masih Belum Ditemukan

Cintia Yuliani • Senin, 9 Juni 2025 | 04:30 WIB
Proses evakuasi jenazah, wisatwan tenggelam  di Pantai Parangtritis Yogyakarta, Senin (14/4/2025) pagi.
Proses evakuasi jenazah, wisatwan tenggelam di Pantai Parangtritis Yogyakarta, Senin (14/4/2025) pagi.

BANTUL - Kecelakan laut (laka laut) di Pantai Parangtritis sejak Januari-Juni tercatat mencapai 17 kasus. Dari jumlah tersebut, 15 orang terselamatkan, dan satu orang meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.

 

Anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Triono menyebut, korban hilang bernama Andrea Julian Pranata Putra, 18, pelajar asal Semarang. Ia terseret arus pada 4 April lalu. Hingga kini, tim SAR belum menemukan jenazahnya.

 Baca Juga: Meningkat, Dana CSR di Gunungkidul Tembus Rp 11,2 Miliar: Sasar Lima Sektor Sosial, Ekonomi, hingga Kesehatan

Sementara untuk kasus laka laut lainnya, pada Januari terdapat lima korban yang terselamatkan. Februari terdapat satu orang terselamatkan. Pada Maret tidak ada kejadian laka laut. Pada April tercatat tujuh korban. Lima korban terselamatkan, satu korban meninggal, dan satu lainnya hilang.

Kemudian pada Mei, ada tiga korban laka laut yang terselamatkan. Sedangkan Juni, satu orang mengalami laka laut dan terselamatkan. “Sebenarnya dari kami, SAR Parangtritis, imbauan tidak kurang-kurang. Lewat pos-pos, pakai pengeras suara. Sehari bisa dua sampai lima kali,” ujarnya di Pos Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Minggu (8/6).

 Baca Juga: 12.909 Wisatawan Padati Pantai Parangtritis di Long Weekend

Selain itu, personel juga rutin melakukan patroli. Terutama saat liburan dan akhir pekan. “Kalau hari biasa, nanti kita pantau dulu," sambungnya. 

 

Jika terpantau ada wisatawan yang berada di area berbahaya, petugas Satlinmas Parangtritis secara langsung mengimbau wisatawan tersebut. 

 Baca Juga: Liburan ke Lava Tour Merapi di Sleman, Wapres Gibran Sekeluarga Coba Manuver Air dengan Jeep

Di sepanjang Parangtritis hingga Pantai Depok, lanjut Triono, ada 6-7 selter. Juga disiapkan bendera merah sebagai penanda larangan berenang. “Biasanya itu lokasi titik palung," jelasnya. 

 

Namun jika terdapat penanda bendara merah, tetapi tidak ada palung di bawahnya, berarti palungnya berpindah. Menurutnya palung di Pantai Parangtritis berpindah-pindah setiap satu bulan sekali. Terlebih saat musim hujan, palung lebih banyak ditemukan. Karena banyak aliran kecil menuju laut. 

 

Meski demikian, Triono menyebut, wisatawan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang belum pernah ke pantai, tidak paham risiko, atau mungkin tidak bermain media sosial. Sehingga tidak tahu mengenai rip current

“Setiap hari hampir pasti ada yang kami imbau. Yang melanggar masih ada,” sebutnya. 

 Baca Juga: 12.909 Wisatawan Padati Pantai Parangtritis di Long Weekend

Sementara Kepala Unit Komunikasi Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Rodhiva Wahiyu menyebut, saat jumlah wisatawan tinggi, tim SAR menyiagakan tenda-tenda di dekat rip current

“Jadi bisa lebih dini antisipasi,” ucapnya. (cr2/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tim sar #SAR parangtritis #pantai depok #meninggal dunia #kecelakan laut #palung #korban #rip current #pantai parangtritis #laka laut #kasus