BANTUL - DPC PKB Kabupaten Bantul meyakini perempuan punya peran penting dalam pembangunan sekaligus kemajuan bangsa. Para pendiri partai berlambang bola dunia ini sejak awal juga berkomitmen melibatkan kaum hawa dalam ranah politik.
Hal itu terungkap dalam Women Leadership Forum yang digelar di Hotel Ros In Sabtu (31/5). Ada dua pemateri dalam forum yang diselenggarakan DPC PKB Kabupaten Bantul itu. Yakni, Ketua DPC PKB Kabupaten Bantul H Abdul Halim Muslih dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada Prof Dr Amalinda Savirani S.Ip M.A.
”PKB selalu meyakini bahwa perempuan adalah pilar penting kemajuan bangsa,” tegas Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bantul H Subhan Nawwawi dalam sambutannya.
Ada puluhan peserta dalam forum yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 itu. Mereka merupakan kader Perempuan Bangsa dan Fatayat se-Bantul. Turut hadir dalam acara itu, antara lain, tujuh anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKB.
Peran kaum perempuan, Subhan memaparkan, di berbagai sektor tidak tergantikan. Bahkan, belakangan peran kaum perempuan mulai menggeser dominasi kaum pria. Sebut saja di sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Kendati begitu, politikus yang tinggal di Kapanewon Sewon ini menyadari masih ada kesenjangan. Masih sedikit kaum perempuan yang sukses menempati berbagai posisi strategis.
”Di leadership atau kepemimpinan masih didominasi kaum pria,” ucapnya.
Fakta lain, Subhan mencontohkan, keterwakilan perempuan di DPRD Bantul. Menurutnya, perolehan kursi PKB di DPRD Bantul pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 naik. Dari enam menjadi tujuh kursi. Hanya, tidak ada satu pun calon legislatif perempuan PKB yang sukses duduk di parlemen.
”Berbeda pada Pileg 2014. Kami punya satu anggota perempuan. Saat itu, kami memperoleh empat kursi,” sebutnya.
Karena itu, Subhan berharap PKB memperoleh berbagai rekomendasi melalui forum ini. Agar rekomendasi itu bisa dimanfaatkan untuk menempatkan kader-kader perempuan di berbagai posisi strategis. Seperti menjadi anggota DPRD Bantul.
”Karena kami sangat berkomitmen mengajak, mendorong, sekaligus memfasilitasi agar kader-kader perempuan bisa masuk politik dan menjadi wakil rakyat,” ujarnya.
Halim dalam paparannya juga sepakat bahwa kaum perempuan harus mampu menembus berbagai posisi strategis. Mulai lurah, anggota DPRD, hingga bupati. Juga, berbagai posisi yang tanpa melalui proses pemilihan.
”Seperti pamong di kalurahan,” katanya.
Perihal keterlibatan perempuan, bupati Bantul ini menegaskan, bukan hal baru di internal PKB. Halim menceritakan, para pendiri PKB sejak awal berkomitmen ingin melibatkan kader perempuan. Pun dengan pendiri PKB di Kabupaten Bantul.
”Para pendiri PKB Bantul pernah protes karena struktur kepengurusan yang disodorkan tidak ada kader perempuannya,” kenangnya.
Karena itu pula, Halim kembali menegaskan bahwa PKB harus menjadi partai politik terdepan yang memprioritaskan peran perempuan. Toh, PKB juga memiliki Perempuan Bangsa. Yakni, wadah bagi kaum perempuan untuk memperjuangkan politik yang rahmatan lil alamin.
”Feeling politik saya mengatakan kalau di Pilkada 2029 ada calon bupati atau wakil bupati perempuan pasti akan menarik. Publik Bantul tampaknya ingin wajah yang lebih damai. Wes bosen karo wong lanang,” kelakarnya.
Linda, sapaan akrab Amalinda Savirani menambahkan, keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor sangat dibutuhkan. Tak terkecuali politik.
Guru besar yang tinggal di Kapanewon Banguntapan ini berpendapat ada beberapa isu yang perlu dibidani langsung oleh perempuan. Misalnya, isu kekerasan terhadap anak dan perempuan. (*/zam)
Editor : Sevtia Eka Novarita