BANTUL - Warga Mancingan, Parangtritis, Kretek, Bantul kembali melaksanakan tradisi tahunan Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri Selasa (27/5). Upacara adat ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan. Khususnya bagi masyarakat Mancingan yang bermukim di pesisir selatan.
"Ritual ini adalah ungkapan syukur kami kepada Allah SWT," ujar Agus Rochman, warga setempat yang rutin mengikuti ritual ini.
Rangkaian acara dibuka dengan kirab budaya yang dimulai dari Joglo Pariwisata Parangtritis dan berakhir di Pantai Parangkusumo. Dalam kirab tersebut, warga membawa berbagai sesaji. Seperti gunungan hasil bumi, bunga, ubarampe, patung Dewi Sri sebagai simbol kesuburan, serta perlengkapan tradisional lainnya. Ritual puncaknya berupa labuhan atau pelarungan sesaji ke laut di Pantai Parangkusumo. Sebagai simbol persembahan kepada Sang Pencipta, sekaligus bentuk syukur karena hidup berdampingan dengan alam.
Kirab ini melibatkan hampir seluruh warga dari delapan RT di Mancingan. Mulai dari anak-anak usia lima tahun hingga lansia. "Dari RT tujuh saja, tercatat sekitar 300 warga mengikuti kirab," lanjutnya.
Meski demikian, siapa pun boleh mengikuti acara labuhan. Selama memiliki niat baik dan turut serta dalam rasa syukur serta harapan bersama.
Sementara panitia acara labuhan Subarjan menuturkan, upacara adat ini berperan dalam mempererat kerukunan antarwarga. Bahkan antarumat beragama. “Acara ini juga menjadi salah satu ajang toleransi,” katanya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita