Sebanyak 25 pria mengikuti program kontrasepsi permanen ini secara sukarela.
“Target kita memang 25 peserta per tahun, dan di tahun 2023 dan 024 kemarin itu semuanya tercapai. Tahun ini juga sudah cukup banyak yang ikut, meskipun saya belum sempat mengecek data terbaru dari pemegang programnya,” ujar Ninik Istitarini, kepala DP3APPKB Bantul, pada Rabu, (13/05).
Menurutnya vasektomi tidak berpengaruh terhadap penurunan keperkasaan.
“Sampai saat ini kami belum pernah menerima keluhan terkait anggapan haram. Memang peminatnya tidak tinggi, maka dari itu kita tidak berani menargetkan banyak pertahun yang mengikuti program ini. Tapi yang ikut program kami ini gratis, bahkan dapat reward Rp 1 juta,” jelasnya.
DP3APPKB Bantul juga memfasilitasi seluruh kebutuhan peserta mulai dari transportasi, konsumsi, hingga pengantaran ke rumah sakit tempat tindakan dilakukan, seperti RSUP Dr. Sardjito atau RS DKP.
Selain reward uang tunai, peserta juga mendapatkan layanan vasektomi tanpa biaya.
Syarat untuk mengikuti program vasektomi tidak ada sanksi tidak mengikat dan tidak ada larang hanya DP3APPKB menganjurkan.
“Kami hanya menganjurkan. Tidak ada larangan, tidak ada paksaan. Untuk peserta perempuan biasanya ada syarat jumlah anak dan usia, tapi untuk pria lebih fleksibel,” pungkas Ninik. (cr2)
Editor : Bahana.