Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Beras Mulai Turun, Panen Raya Jadi Faktor Penentu: Lebih Murah Kulakan dari Luar

Cintia Yuliani • Jumat, 9 Mei 2025 | 04:58 WIB

 

SEPI: Pedagang beras saat menunggu pembeli di lapaknya Pasar Bantul, Kamis (8/5/2025). Sejumlah harga bahan pokok di pasar ini menunjukkan tren penurunan.
SEPI: Pedagang beras saat menunggu pembeli di lapaknya Pasar Bantul, Kamis (8/5/2025). Sejumlah harga bahan pokok di pasar ini menunjukkan tren penurunan.

BANTUL - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bantul mulai menunjukkan tren penurunan sejak sebulan terakhir. Penurunan berlangsung secara bertahap seiring melimpahnya pasokan dari daerah produsen.

Salah satu faktor utama yang mendorong turunnya harga adalah masa panen raya yang tengah berlangsung.

Seorang pedagang Dwi, 25, mengatakan penurunan harga ini karena sudah melimpahnya hasil panen dari berbagai daerah. Terutama pasokan dari produsen di Purworejo dan Sragen.

“Sekarang banyak panenan, apalagi di sawah-sawah luas seperti di Purworejo dan Sragen. Jadi stok melimpah,” ujar Dwi saat ditemui di lapaknya, Kamis (8/5/2025).

Dwi menyebut, harga beras yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 16 ribu per kilogram (kg), kini berangsur turun menjadi Rp 15 ribu per kg, tergantung kualitas dan asal daerah.

Menurutnya, pasokan beras lebih terjangkau dari daerah Purworejo dan Sragen. Sebab, beras dari daerah Bantul ini diklaim harganya relatif lebih tinggi karena ketersediaan yang terbatas.

"Kalau di Bantul susah cari satu truk, sawahnya tidak seluas di daerah lain. Biasanya disimpan petaninya sendiri," jelasnya.

Pedagang lain, Rito, 70, mengatakan hal senada. Di lapaknya, kini harga beras IR 64 yang dijualnya dibanderol Rp 12 ribu per kg dari semula Rp Rp 14 ribu per kg.

"Di bulan ini harga naik turun, kemarin harga beras Rp 14 ribu, hari ini turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram," tuturnya.

Sementara, untuk bahan pokok lainnya, seperti bawang merah kini berada di angka Rp 40 ribu per kg.

Komoditas ini terbilang fluktuatif, setelah sempat turun namun kembali naik dalam waktu kurang dari sebulan.

Sedangkan komoditas bawang putih relatif stabil dengan kecenderungan menurun Rp 1.000 per kilogram pascalebaran.

“Bawang putih itu banyak yang nganterin dari luar, jadi bisa dapat harga grosiran. Sekarang turun sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilonya,” kata Dwi.

Selain itu, komoditas yang mengalami tren penurunan lainnya juga telur ayam ras menjadi Rp 26 ribu per kg.

Ayam potong kini dijual mulai Rp 16 ribu per kg untuk ayam utuh belum di potong dan tanpa bulu.

Sebelumnya, harga ayam sempat menyentuh Rp 30 ribu saat Ramadan.

“Untuk komoditas lain, seperti minyak goreng dan gula pasir, harga cenderung stabil,” sebutnya.

Minyak goreng kemasan 850 ml masih dijual sekitar Rp 16 ribu per liter, sedangkan gula pasir bertahan di harga Rp17.500 per kg.

“Secara umum, bulan ini harga kebutuhan pokok dinilai cukup stabil, dengan tren penurunan pada beberapa komoditas utama,” tambahnya. (cr2/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#harga bapok #harga bahan pokok #pasar bantul #penurunan