BANTUL - Kinerja tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Modalan dan Dingkikan belum menunjukkan hasil maksimal.
Dari kapasitas 50 ton sampah per hari, TPST Modalan baru mampu mengolah sekitar 10 ton.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto menyoroti rendahnya volume pengolahan sampah tersebut.
Salah satu kendalanya, menurut dia, adalah alat di TPST Modalan yang mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan.
"Alatnya kelihatannya begitu (rusak, Red) di Modalan," katanya, Kamis (24/4/2025).
Menurutnya, rusaknya alat tersebut terjadi beberapa waktu lalu. Saat ini masih menunggu spare part khusus untuk perbaikan.
Sebab, dia menilai alat tersebut tidak bisa asal spare part lantas diperbaiki dengan produk lokal yang bukan original.
"Ini baru proses kelihatannya nunggu spare part-nya," sambungnya.
Kondisi tersebut membuat TPST Modalan yang memiliki kapasitas 50 ton sampah sehari tidak mampu mengolah sebanyak itu.
Dia meyakini, ketika TPST Modalan dan Dingkikan dapat beroperasi optimal persoalan sampah di Bantul dapat selesai.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho menyangkal rusaknya alat TPST Modalan. Menurutnya, mesinnya baik tidak rusak.
"Hanya saja ada komponen alat yang dudukannya bergeser sehingga belum perlu distel," tegasnya.
Eks Kepala Dukcapil Bantul ini menegaskan, alat di TPST Modalan berjalan maksimal namun memang perlu penyetelan.
Terkait alat yang bergeser ini membutuhkan waktu minimal enam sampai tujuh hari penyetelan.
Dia pun membenarkan, dari awal diresmikan sampai kemarin pengolahan sampah di TPST Modalan baru 10 ton padahal kapasitasnya 50 ton per hari.
"Sebabnya peralatan mesin belum berjalan optimal dan tenaga manusianya perlu adaptasi," tandasnya.
TPST Modalan sendiri sudah diresmikan untuk beroperasi sejak November 2024 lalu.
Artinya hampir setengah tahun berlalu dan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita