Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim SAR Hentikan Pencarian AJP, Wisatawan Terseret Ombak di Parangtritis Setelah 7 Hari

Bahana. • Jumat, 11 April 2025 | 18:29 WIB

Sumber: Akun Instagram @basarnas_yogyakarta
Sumber: Akun Instagram @basarnas_yogyakarta
Tim SAR Gabungan resmi menghentikan pencarian terhadap AJP (18), wisatawan asal Manyaran, Semarang, yang hilang terseret ombak di Pantai Parangtritis.

Operasi dihentikan pada Kamis, 10 April 2025, setelah berlangsung selama tujuh hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta, Kamal Riswandi, menyampaikan bahwa pencarian telah dilakukan sejak hari kejadian, Jumat 4 April 2025, tanpa hasil.

"Operasi dimulai sejak hari pertama kejadian dan telah kami upayakan semaksimal mungkin," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kronologi Kejadian

Baca Juga: PSIS Semarang vs Persik Kediri, Mahesa Jenar Pincang, Gilbert Agius Tetap Optimis

Kejadian bermula saat tiga wisatawan AA (19) asal Sorong, Papua; AJ (22) dari Ungaran Timur; dan AJP dari Semarang bermain air terlalu ke tengah di area pantai yang dikenal memiliki arus balik (rip current) yang sangat kuat.

Menurut Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi III Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, AA awalnya terseret ombak. Melihat itu, AJ dan AJP mencoba memberikan pertolongan. S

ayangnya, keduanya tidak menggunakan pelampung atau alat keselamatan lain. AA dan AJ berhasil diselamatkan oleh tim patroli pantai, namun AJP hilang dan tidak terlihat lagi sejak saat itu.

Upaya Pencarian Intensif Selama 7 Hari

Selama tujuh hari operasi, tim SAR mengerahkan berbagai metode pencarian. Penyisiran dilakukan sepanjang pantai, baik ke arah timur maupun barat. Pencarian di laut menggunakan perahu jukung dan jetski, sementara dari udara dilakukan dengan bantuan drone.

Informasi tentang korban juga telah disebarkan ke para nelayan dari pesisir selatan Yogyakarta hingga Cilacap, Jawa Tengah.

Total personel gabungan yang terlibat setiap hari mencapai 50–100 orang.

Namun, sesuai Undang-Undang No. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian secara resmi dihentikan setelah tujuh hari jika korban belum ditemukan.

"Penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi bersama keluarga korban dan perangkat wilayah. Keluarga sudah mengikhlaskan, dan atas kesepakatan bersama, pencarian kami hentikan secara resmi," ujar Kamal.

Operasi Dapat Dibuka Kembali Jika Ada Tanda

Meski operasi telah dihentikan, Kamal memastikan pihaknya tetap membuka komunikasi dengan para nelayan dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Jika nantinya muncul tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR bisa dibuka kembali.

Kamal juga mengingatkan para wisatawan agar lebih berhati-hati saat bermain air di pantai selatan, yang dikenal dengan karakteristik ombak besar dan arus berbahaya.

“Jangan bermain air terlalu ke tengah, apalagi tanpa alat keselamatan. Selalu perhatikan rambu peringatan dan ikuti imbauan petugas,” tegasnya.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#tim sar #AJP #Pantai Parangtriris