BANTUL - Libur Lebaran 2025 yang sudah berlangsung sepekan ternyata belum membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, tercatat terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Tahun lalu di momen yang sama seperti ini jumlah wisatawan mencapai 90 ribuan lebih," ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Dispar Bantul Markus Purnomo Adi, Jumat (4/4/2025).
Baca Juga: Kesulitan Cari Parkir di Malioboro? Pemkot Operasikan Kawasan Insidentil GOR Amongrogo hingga Minggu
Markus, yang akrab disapa Ipung menjelaskan, pada momen tahun ini tingkat kunjungan wisatawan ke Bantul hanya 73 ribu kunjungan.
Destinasi Pantai Parangtritis masih menjadi primadona para pelancong. Namun, secara umum daya tarik wisata Bantul tak mampu menarik jumlah kunjungan seperti tahun lalu.
Menurutnya, ada dua faktor utama penyebab penurunan ini. Pertama, daya beli masyarakat yang menurun membuat wisata bukan menjadi prioritas selama libur Lebaran.
Kedua, adanya imbauan dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem dan peringatan dini tsunami turut mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.
“Karena dua faktor itu, tantangan kami untuk mencapai target PAD pariwisata 2025 sebesar Rp 49 miliar tentu semakin berat,” katanya.
Meski begitu, Dispar tetap optimistis. Strategi utama yang akan ditempuh adalah menggelar sejumlah event pariwisata mulai Juni hingga Oktober.
"Event tetap menjadi cara nomor satu untuk meningkatkan kunjungan," ungkapnya.
Baca Juga: Terjerat Kasus Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswanya, Guru Besar Farmasi UGM Dibebastugaskan
Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Toto Pamudji Rahardjo mengakui, pihaknya telah menyiagakan petugas di sejumlah destinasi wisata, khususnya Pantai Parangtritis.
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Salah satunya dengan mengarahkan kendaraan keluar dari Pantai Parangtritis melalui Jembatan Kretek Baru, lalu dilanjutkan ke arah utara lewat Jalan Samas.
Baca Juga: Libur Lebaran Hotel di DIY Lebih Sepi, Target Sudah Diturunkan Tetap Tak Tercapai
“Jika terjadi kepadatan, rekayasa langsung diterapkan. Kalau sudah landai, lalu lintas kembali normal. Sementara ini kepadatan kendaraan masih terurai,” jelasnya.
Dishub juga menjaga jalur Cinomati agar tidak dilalui kendaraan besar.
Jalur tersebut dinilai rawan dan berbahaya serta rentan terjadi kecelakaan lalu lintas. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita