Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Bantul Sebut Kesadaran Masyarakat untuk Bawa Anak ke Posyandu Minim

Khairul Ma'arif • Rabu, 2 April 2025 | 17:00 WIB

BERI PELAYANAN: Petugas menimbang berat badan anak dalam kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di Kampung Prawirodirjan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja.
BERI PELAYANAN: Petugas menimbang berat badan anak dalam kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di Kampung Prawirodirjan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja.

BANTUL – Kesadaran masyarakat di Kabupaten Bantul untuk membawa anaknya ke posyandu masih sangat minim. Padahal secara akses, semuanya memadai dan memudahkan. Sehingga datang ke posyandu untuk pengecekan kesehatan anak terutama balita, seharusnya bukan menjadi masalah. 

Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Siti Marlina mengatakan, di posyandu akan dilakukan sejumlah pengukuran dan penimbangan berat dan tinggi badan anak. Upaya itu penting untuk memantau kondisi anak apakah mengalami stunting atau tidak. “Kesadaran orang tua membawa anaknya ke posyandu di Bantul masih belum tinggi,” katanya, Kamis (27/3/2025).

Baca Juga: Lakukan Pengendalian Gratifikasi, Inspektorat Imbau Pegawai di Sleman Sampaikan Laporan Penerimaan Bingkisan Lebaran

Rerata dalam sebulan hanya ada sekitar 86-87 persen anak yang dibawa orang tuanya ke posyandu. Menurutnya, semakin banyak yang ditimbang dan diukur, angka mengenai stunting di Bantul semkain akurat. Selain itu, dapat dilihat progres kondisi kesehatan karena pemenuhan gizinya dapat dipantau secara maksimal.

“Ketika tidak datang ke posyandu kami tidak mengetahui kondisi anaknya seperti apa,” sambungnya.

Pemberdayaan masyarakat mulai dari PKK, kalurahan atau relawan menjadi penting untuk membantu memobilisasi orang tua untuk membawa anaknya ke posyandu. Dia menuturkan, sudah banyak akses kesehatan di Bantul yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga: Hadapi Libur Lebaran Dinkes Bantul Sudah Siapkan Hadapi Kemungkinan KLB Bila Terjadi

Terlebih orang tua yang bekerja dan tidak memiliki pengasuh jadi alasan. Sehingga balita tidak dapat mengakses posyandu. “Paling tidak setahun balita mengikuti delapan kali penimbangan yang kami sarankan,” tuturnya.

Perempuan yang biasa disapa Lina ini mengklaim, akses terhadap posyandu di Bantul sangat mudah. Termasuk di Kapanewon Dlingo dan Imogiri, posyandu tersedia. Masalah kesehatan yang dikeluhkan di posyandu akan terdata di puskesmas sehingga Dinkes Bantul dapat memonitornya. “Komunikasi antara kader dengan puskesmas terjalin baik dan intens,” ungkapnya.

Baca Juga: Tawur Agung Proses Penyucian Alam Semesta Akan Dihadiri Gibran Rakbuming Raka

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menambahkan, libur Lebaran seperti sekarang ini sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Seperti demam berdarah, leptospirosis, dan diare. Orang tua harus memperhatikan hal tersebut agar tidak dialami anaknya. (rul)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kapanewon Dlingo #orang tua #Pengukuran #kabupaten bantul #dinkes bantul #anak #Stunting #Bantul #kesadaran masyarakat #Pengecekan Kesehatan #libur lebaran #posyandu #Dinas Kesehatan (Dinkes) #Imogiri #akses #balita