Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakil Menteri Pertanian SudaryonoImbau Petani di Kabupaten Bantul Tak Jual Gabah Kering Panen di Bawah Rp 6.500

Khairul Ma'arif • Sabtu, 22 Maret 2025 | 03:49 WIB

 

PANEN RAYA: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat ikut memanen padi di Bambanglipuro, Bantul Jumat (21/3).
PANEN RAYA: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat ikut memanen padi di Bambanglipuro, Bantul Jumat (21/3).

BANTUL - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ikut melakukan panen raya padi di Sumbermulyo, Bambalipuro, Bantul Jumat (21/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Gerindra ini pun bertemu banyak petani setempat. Harga pokok penjualan (HPP) gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 tetap menjadi perhatian.

Menurutnya, selama momen panen raya ini Bulog sudah berupaya maksimal untuk menyerap hasil GKP petani. Sudaryono mengingatkan kepada petani di untuk tidak menjual GKP di bawah Rp 6.500 per kilogram. "Jangan jual gabah di bawah Rp 6.500, silakan laporkan ke kami. Nanti Bulog yang akan membelinya,” ujarnya.


Jika tidak bisa langsung melaporkannya ke Kementerian Pertanian, Sudaryono meminta kepada kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) Bantul. Menurutnya, pemangku kebijakan di Bantul tetap harus melakukan pengawasan.
“Kepada bupati, wakil bupati, dan kepala dinas kalau ada petani yang padinya dibeli kurang dari Rp 6.500 tolong jangan boleh dijual," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menambahkan, sektor pertanian menjadi penting dalam pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya itu, padi juga sebagai lumbung pangan penopang kebutuhan Bantul dan DIY. Sebagai penghasil padi, Bantul dapat terus memproduksinya sepanjang tahun.

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#panen raya padi #SUDARYONO #gabah kering panen #Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) #Harga Pokok Penjualan #bulog #hpp #Bambanglipuro #sumbermulyo #Kementerian Pertanian #Bantul #lumbung pangan #Petani #GKP #Ekonomi