BANTUL - Korban keracunan makanan buka bersama di Masjid Al Ichsan, Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul masih ada yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit (RS) dan Puskesmas.
Setelah terakhir ada tiga yang opname terdapat satu tambahan korban rawat inap terbaru.
Total sementara ini masih ada empat orang yang dirawat inap.
"Kemarin sore ada tambahan satu orang yang ranap di Puskesmas Pandak," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara, Rabu (19/3/2025).
Dia pun membenarkan, kini ada empat yang dilakukan opname imbas keracunan rice bowl.
Menurutnya, kondisinya yang dehidrasi sehingga diharuskan mendapatkan perawatan intensif opname di fasilitas kesehatan.
Empat orang yang diranap terbagi di RS UII, RS Panembahan Senopati, dan Puskemas Pandak.
"Saat ini masih dalam proses tahap penyembuhan," sambungnya.
Untuk korban yang rawat jalan sudah pulih semua dan tidak ada penambahan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto menambahkan, untuk penyebab pasti keracunan masih didalami.
Kini sample yang tersisa sudah dibawa ke laboratorium kesehatan Provinsi DIY.
"Butuh waktu sekitar dua pekan untuk diketahui hasilnya," tuturnya.
Seorang warga Jodog Ifah Rohan mengaku namanya sudah terdata. Nantinya, pengobatan untuk anaknya yang mengalami keracunan, ditanggung Pemkab Bantul.
Meski ia sempat merogoh kocek pribadi, saat awal-awal membawa anaknya ke Klinik.
"Sudah ada omongan sih biaya ditanggung Dinkes," singkatnya.
Sementara itu, Panewu Pandak Nanang Dwi Atmoko mengungkapkan, rice bowl yang diduga menjadi penyebab keracunan itu telah berjamur sebelum dikonsumsi.
Menurutnya, kondisi yang sudah berjamur itu antara tempatnya atau makannanya itu sendiri.
Nanang meminta kejadian ini menjadi pengingat masyarakat.
Agar lebih berhati-hati saat menerima dan menyajikan makanan untuk bukber di masjid.
"Ini menjadi pembelajaran bagi kami semua agar lebih selektif, pastikan kebersihannya dan asal-usulnya," ungkapnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva