Aris menilai, menugaskan lurah-lurah pasar rakyat di Bantul untuk memantau bahan pangan. "Kami pemerintah daerah tetap memantau stok dan harga," sambungnya.
Itu sebagai upaya untuk memastikan agar tidak ada bahan pokok yang sulit dan melambung tinggi harganya.
Kenaikan harga di bawah Rp 5 ribu itu masih batas wajar. Kecuali kenaikan harga bahan pokok sampai dua kali lipat.
"Sementara ini belum ada yang naik harganya, kecuali cabai yang memang tidak stabil," tuturnya.
Dari kunjungannya di pemotongan ayam dan agen gas pun dia menilai tidak ada kelangkaan. Antara permintaan dan stok terpantau stabil.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Fenty Yusdayati menambahkan, untuk kondisi telur di Bantul masih sangat aman.
Meskipun ketika musim libur Lebaran yang mendatangkan banyak wisatawan. "Telur ready stok. Kebutuhan kami mencukupi semua. Kebutuhan 1.000 stok kami 2.000," ungkapnya. (rul).