Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mati Suri Destinasi Wisata Bantul, Dispar: Terhambat Modal dan Semangat Kendor

Khairul Ma'arif • Rabu, 12 Maret 2025 | 21:15 WIB
Kabupaten Bantul (Dok Pemerintah Kabupaten Bantul)
Kabupaten Bantul (Dok Pemerintah Kabupaten Bantul)

BANTUL - Dampak pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu mematikan geliat destinasi wisata di Kabupaten Bantul.

Utamanya dialami destinasi yang dikelola swadaya oleh masyarakat lewat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) atau sejenisnya.

Sampai sekarang, tidak sedikit destinasi wisata yang masih mati suri karena tidak diurus kembali pengelolanya.

Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul sudah berupaya untuk membangkitkan kembali.

Sejumlah destinasi yang mati suri ditemui mantan pengelolanya dan berdiskusi.

Harapannya destinasi wisata kembali aktif dan perekonomian menggeliat lagi khususnya di sekitar lokasi.

"Kami di dinas tidak bisa memutuskan satu destinasi beroperasi lagi karena itu mutlak dari masyarakat yang mengelola," ujar Adyatama Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi, Rabu (12/3/2025).

Menurutnya, instansinya sudah memfasilitasi pertemuan dengan para pengelola destinasi yang mati suri.

Dikatakannya, mantan pengelola Taman Nggirli Indah Piyungan dan Sriharjo sudah ditemui.

Bersama stakeholder masyarakat setempat berdiskusi mengenai nasib dan upaya mengatifkan kembali destinasi wisata yang sudah mati suri.

"Tidak mudah untuk memulai kembali apalagi sudah bertahun-tahun tutup," sambungnya.

Pria yang biasa disapa Ipung ini mengungkapkan, kondisi tersebut mengakibatkan semangat pengelola untuk kembali mengaktifkan destinasi yang tutup sangat sulit.

Apalagi, pandemi Covid-19 lalu seakan-akan menyadarkan masyarakat bahwa dunia pariwisata ini bisa runtuh sebagai penopang ekonomi.

Selain itu, persoalan modal juga menjadi kendala karena kembali membuka yang sudah tutup lama bukan tanpa uang.

"Kendala modal sudah saya rekomendasikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kepada pengelola untuk mendapat pinjaman," tuturnya.

Namun, tetap saja sejumlah pengelola belum ada yang menindaklanjutinya.

Kepengelolaan secara swadaya tentunya akan membutuhkan kekompakan masyarakat.

Membuka destinasi yang mati suri berarti memulai kembali sehingga tidak hanya membutuhkan modal.

Melainkan juga membutuhkan waktu dan tenaga yang harus siap sedia berjaga disaat kondisinya belum langsung ramai.

"Ketika dikelola swadaya apakah ada masyarakat yang siap untuk merintis lagi, istilahnya mulai dari nol lagi," tanya Ipung.

Pasalnya, meskipun sejumlah destinasi wisata yang mati suri tidak begitu asing.

Namun, tetap saja tidak langsung dengan mudah mendatangkan banyak pengunjung.

Harus ada kekompakan untuk berjaga secara bergantian dalam proses merintis kembali.

Daru catatan Dispar Bantul ada 12 destinasi yang sudah tutup.

Di antaranya, Mbulak Umpeng Srimartani, Dempak Indah Mangunan, Jogja Youth Farming Argomulyo, Marubil Carnival Park Munthuk, Opak Zoo tutup dan berganti menjadi Teras Opak Srihardono.

Selanjutnya, Pasar Kenangan Poncosari, Polaman River Tubing Argorejo, Taman Nggirli Srimulyo, Taman Nggirli Sriharjo, Taman Senja Ngelo Pleret, Taman Tempuran Cikal Srimulyo dan Taman Teratai Biru Srimulyo. (rul)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mati suri #Semangat Kendor #Wisata Bantul #Destinasi Wisata Bantul #pokdarwis #modal #dispar bantul #Dispar