BANTUL - Kabupaten Bantul diguyur hujan lebat sejak siang sampai sore hari Senin (10/3/2025). Hujan yang turun disertai angin tersebut menimbulkan sejumlah dampak. Di antaranya pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, total ada tujuh pohon tumbang, masing-masing satu tanah longsor dan banjir. Sembilan kejadian itu di Kapanewon Bambanglipuro, Dlingo, Imogiri, Jetis, Pleret, Pundong, dan Sewon.
"Pohon tumbang berdampak ke rumah, akses jalan, tiang listrik dan tempat usaha," katanya, Senin (10/3/2025).
Dampak kerusakan terhadap rumah terjadi di bagian atap dan usuk. Sedangkan tanah longsor terjadi di Wonolelo, Pleret dengan ketinggian tebing enam meter. Untuk banjir terjadi di Bawuran, Pleret yang terdampak tiga rumah dan satu masjid terendam.
"Dampak kerugiannya sekitar Rp 1,5 juta," sambungnya.
Sembilan kejadian tersebut sudah termonitoring dan diasesmen BPBD Bantul. Banjir luapan di Kali Celeng yang terjadi merupakan kejadian yang berulang jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Luapan itu terjadi karena air sungai meluap dikarenakan terjadinya pendangkalan sungai oleh endapan pada dasar sungai sehingga air mengalir ke daerah yang lebih rendah. Menurutnya, untuk kondisi terakhir gerakan tanah belum tertangani dan membutuhkan untuk kerja bakti. "Kejadian pohon tumbang sudah selesai tertangani," tuturnya.
Selain itu, kejadian banjir juga sudah surut seiring hujan yang sudah reda dan sudah dilakukan pembersihan mandiri oleh warga. Antoni mengimbau, selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Tidak ada korban jiwa atau luka atas kejadian ini. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita