BANTUL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul, tepat berusia dua tahun beroperasi,Jumat (7/3/2025).
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, pihak rumah sakit berencana menambah sejumlah dokter spesialis tahun ini, menyusul adanya kekurangan tenaga medis di bidang tersebut.
Direktur RSUD Saras Adyatma Tri Wahyuni mengatakan, penambahan dokter spesialis ini meliputi spesialis saraf, patologi klinik, dan penyakit dalam. Sejauh ini, jumlah dokter untuk posisi tersebut baru tersedia satu orang saja.
Baca Juga: Pemprov Jateng Dukung Penuh Penyerapan Gabah dan Beras dari Petani oleh Bulog
“Nanti jumlahnya masing-masing satu (dokter spesialis), mekanismenya perekrutan PNS," katanya, Jumat (7/3/2025).
Wahyuni menjelaskan, dengan penambahan perekrutan ini praktis akan berimplikasi pada peningkatan pelayanan rumah sakit.
Kesiagaan dokter pun bisa terisi karena adanya mekanisme piket yang bergantian. "Jadi nanti bisa multi," sambungnya.
Menurutnya, pada prinsipnya kebutuhan dokter memang selalu akan ditambah. Namun, memang tetap disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Untuk total tenaga di RSUD Saras Adyatma sendiri sebanyak 160 pegawai secara keseluruhan.
"Dokter spesialis kami tujuh dan dokter umum 10 sisanya terbagi di bidang medis dan non medis," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, RSUD Saras Adyatma menjadi upaya menyempurnakan sistem kesehatan dari hulu hingga hilir di Bantul.
Dia menginginkan, seluruh pembangunan kesehatan di Bantul siap di mana pun lokasinya.
Termasuk RS Saras Adyatma yang lokasinya di Bambanglipuro sisi selatan Bantul. Dia menilai, indikator RSUD Saras Adyatma semakin membaik.
"Mulai dari kunjungan, kesembuhan, dan rawat inap dan akan ditingkatkan dengan alat yang lebih modern lagi," tegasnya.
Diketahui memang RSUD Saras Adyatma kini memiliki gedung baru yang lebih representatif.
Terdapat ruang bersalin dan nifas, bedah dan sebagainya untuk melengkapi fasilitas yang ada. (rul/wia).
Editor : Winda Atika Ira Puspita