Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bantul Tak Butuh Koperasi Desa, sebab Ada BUMKal di 75 Kalurahan, Berfungsi Menyerap Hasil Tani

Khairul Ma'arif • Kamis, 6 Maret 2025 | 04:40 WIB

 

CEPAT: Petani menggarap lahan sawah menggunakan traktor di Padukuhan Blawong, Kalurahan Trimulyo, Jetis, Bantul, Rabu (24/1/2024).
CEPAT: Petani menggarap lahan sawah menggunakan traktor di Padukuhan Blawong, Kalurahan Trimulyo, Jetis, Bantul, Rabu (24/1/2024).

BANTUL - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul meragukan gagasan Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih) dari pemerintah pusat. Sebab pembentukan yang ditargetkan rampung Juni, masih belum memiliki teknis program yang jelas.

"Apakah dari pemerintah pusat akan menggelontorkan kembali? Kan tidak, padahal uang desa sudah dimusdeskan," kata Ketua Apdesi Bantul Marhadi Badrun Rabu (5/3).

 Baca Juga: Dies Natalies ke-79, FK-KMK UGM Komitmen Hasilkan Lulusan yang Inovatif, Adaptif, dan Jadi Pelopor

Jika sesuai perencanaan, tujuan pembentukan koperasi ini menyerap hasil panen petani agar distribusi lebih efisien dan harga lebih stabil. Namun, Badrun yang menjabat sebagai Lurah Seloharjo mempertanyakan hal tersebut. “Uangnya dari mana?,” lontarnya.

Jika menggunakan dana desa, lanjutnya, anggaran telah diplot ke masing-masing kegiatan. Terlebih selama ini, penyerapan hasil tani di Bantul sudah melalui badan usaha milik kalurahan (BUMKal). Dia pun memastikan tidak ada koperasi desa di 75 kalurahan wilayah Bantul.

 Baca Juga: Mengenal Bima Sepiawa, Belajar Lima Tahun di Bali Kini Jadi Satu-satunya Perajin Papan Surfing di DIY

Ketika koperasi desa dihadirkan dan fungsinya untuk menyerap hasil tani, dikhawatirkan akan tumpang tindih.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lurah se-Bantul Yudi Fahrudin belum bisa bicara banyak. Dia sudah mengetahui adanya program tersebut namun belum bisa menyampaikan apapun. "Ya nanti ya diagendakan, saya sampaikan itu," ucapnya singkat.

 Baca Juga: Mengenal Bima Sepiawa, Belajar Lima Tahun di Bali Kini Jadi Satu-satunya Perajin Papan Surfing di DIY

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Maret. Dalam pertemuan ini, pemerintah menetapkan kebijakan strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibangun di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#PAGUYUBAN lurah #gagasan #Pembentukan #badan usaha milik kalurahan #Koperasi Desa Merah Putih #asosiasi pemerintah desa seluruh Indonesia #teknis #presiden prabowo subianto #BUMKal #koperasi #apdesi #Uang Desa #Penyerapan #Bantul #Hasil Tani #pemerintah pusat #program #Petani #hasil panen