BANTUL - Seorang lansia bernama Hartati, 75, ditemukan dalam kondisi luka-luka di kamar mandi rumahnya di Padukuhan Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul Rabu (5/3) pagi. Hartati menjadi korban penganiayaan atau percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh mantan karyawan Hartati.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengungkapkan, korban adalah pemilik distributor kedelai. Sedangkan, pelaku adalah mantan karyawan korban bernama Tanuji Wahyu, 39, warga Pekalongan, Jawa Tengah.
Baca Juga: Sisa PAD Dikembalikan ke Masyarakat Kota Magelang, Bentuknya dalam Program dan Kegiatan Pembangunan
Kasus ini terungkap saat saksi bernama Rasi, 57, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah datang dari Semarang untuk bongkar muat kedelai di rumah korban pada pukul 05.44. Namun saat itu Hartati tak kunjung merespons ketukan pintu maupun panggilan telepon Rasi.
"Sesampainya di rumah korban, saksi melihat pintu garasi korban sudah terbuka sedikit. Saksi pun menghubungi korban, namun tidak diangkat sampai pukul 06.05," kata Jeffry Rabu (5/3).
Kemudian, Rasi menghubungi rekannya yakni Jiyono, 63, warga Kasihan Bantul untuk datang ke rumah Hartati. Rasi meminta Jiyono untuk membantu melakukan bongkar muat. Namun hingga pukul 06.17, kedua saksi itu belum bisa bertemu dengan korban. “Bahkan keduanya sudah menekan bel berulang kali dan mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada respons," ujar Jeffry.
Karena merasa curiga, kedua saksi itu memutuskan untuk bertanya kepada warga sekitar rumah korban. Akan tetapi, warga tidak mengetahui keberadaan korban.
Baca Juga: Mengenal Bima Sepiawa, Belajar Lima Tahun di Bali Kini Jadi Satu-satunya Perajin Papan Surfing di DIY
Kemudian sekitar pukul 06.10, seorang pria bernama Tanuji Wahyu mendatangi pos polisi di simpang empat Dongkelan, Bantul. Tanuji mengaku telah menganiaya seseorang dengan tangan kosong. "Pelaku datang ke pos untuk mengaku telah menganiaya korban dengan cara dipukul berkali-kali," jelas Jeffry.
Anggota Polsek Sewon lalu mengajak pelaku ke tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di TKP, polisi mendapati pintu depan rumah korban sudah terbuka sedikit dan ada empat orang di depan rumah tersebut.
“Saat polisi masuk dan mengecek, ternyata korban sudah tergeletak di dalam kamar mandi tanpa busana. Korban mengalami luka di bagian wajah hingga mengeluarkan darah dan tangan kanannya tergores," ungkap Jeffry.
Baca Juga: Tak Ada Asrama Haji, Hotel Terdekat YIA Rencananya Jadi Tempat Transit Jemaah Haji, Tiga Syarat Embarkasi Haji di Kulon Progo Terpenuhi
Polisi lalu menghubungi petugas PMI untuk meminta bantuan mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit, korban mengalami luka robek pada pelipis kiri atas mata sepanjang 10 sentimeter, luka goresan tangan kanan, serta luka memar di bibir dan pipi.
Saat tiba di rumah sakit, korban masih dalam keadaan sadar. Hanya saja sulit membuka mata karena sudah dalam keadaan memar dan bengkak.
"Sampai saat ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih merasa kesakitan dan dalam penanganan kesehatan," ucap Jeffry.
Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Sediakan Layanan Tukar Uang Baru Lewat SERAMBI 2025. Cek Info Lengkapnya!
Berdasarkan pemeriksaan polisi, Tanuji pernah memiliki hubungan kerja dengan korban. Di mana Tanuji merupakan bekas karyawan korban yang merupakan distributor kedelai. Jeffry menyebut, Tanuji nekat menganiaya Hartati karena memiliki masalah pribadi.
"Pelaku dulu pernah jadi karyawan korban tapi sudah keluar. Dari pengakuan pelaku (menganiaya, Red) karena sakit hati,” kata Jeffry. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita