Pasalnya dua tawuran sekaligus pecah di dua titik berbeda, Minggu (2/3/2025) saat pagi hari.
Sejumlah orang alami luka-luka karena terkena lemparan batu.
Kedua peristiwa tawuran itu terjadi di Jalan Samas, Bambanglipuro dan Jalan Parangtritis, Kretek yang sama-sama sisi selatan dari Bantul.
Dari keduanya tidak memiliki keterkaitan rangkaian yang sama karena masing-masing tawuran terjadi pada waktu berbarengan.
“Untuk yang di Jalan Samas diamankan satu orang yang terlibat,” ujar Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry, Minggu (2/3/2025).
Satu orang yang diamankan itu berinisial SAR, 16 masih berstatus pelajar SMK beralamat Sumberagung, Jetis, Bantul.
Dari kejadian di Jalan Samas ada dua korban yakni inisial SE alami luka kepala lima jahitan dan inisial SS alami luka di kaki akibat terkena lemparan batu atau batako.
Kronologinya bermula ketika korban bersama 16 rekannya sedang berada di depan rumahnya yang berada di Jalan Samas, Panggang, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul.
“Lantas datang rombongan dari arah selatan sebanyak 20 motor melempari batu dan batako kea rah korban,” sambung Jeffry. Tidak lama rombongan tersebut pergi ke arah utara. Lalu disusul rombongan lainnya sekitar 50 motor dari arah Selatan lagi yang kembali melempari batu dan kay uke arah para korban.
Sementara ini untuk motif tawuran atau penyerangan masih didalami polisi dan hanya SAR yang dapat diamankan dari kejadian di Jalan Samas. Sementara ini SAR masih dimintai keterangan di Mapolsek Bambanglipuro.
“Kejadian masih didalami Polres Bantul, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan kelompok atau geng pelajar,” ucap Jeffry.
Sementara untuk dugaan tawuran di Jalan Parangtritis ada satu korban Johan Hendra yang terkena lemparan batu di bagian kepala kanan sekitar dua centimeter.
Peristiwa bermula ketika korban bersama temannya bertemu dengan kelompok pemuda sekitar 20 motor melewati Jalan Siluk-Kretek.
Lantas korban bersama teman-temannya mendahului kelompok tersebut dan bertemu lagi di SPBU Kretek Jalan Parangtritis.
“Karena korban curiga kelompok pemuda itu rombangan klitih sehingga dicoba ditunggu tunggu atau menghadang kelompok pemuda tersebut di selatan SPBU Kretek,” beber Jeffry.
Akhirnya malah kedua kelompok tersebut terjadi saling serang melempar batu hingga mengakibatkan Johan Hendra menjadi korban di bagian kepala.
Jeffry menegaskan dari kedua peristiwa tersebut tidak ada keterkaitan satu sama lain karena terjadi di waktu yang hampir bersamaan.
Motifnya pun dari kedua kejadian masih dilakukan pendalaman. Sedangkan dari kejadian di Jalan Parangtritis ada enam pelajar yang diamankan.
“Tiga pelajar diamankan di simpang empat Tajeman, Palbapang dan tiga lainnya Simpang Empat Kweden Trirenggo,” ungkapnya.
Keenamnya masih berstatus pelajar tingkat SMP dan mayoritas SMA sederajat.
Adapun inisialnya HM, FAS, ADP diamankan di Palbapang dan MNH, MRAF, BAK diamankan di Trirenggo. (rul).
Editor : Bahana.