BANTUL - Anggota Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kabupaten Bantul baru-baru ini menerima tawaran untuk menjadi penyedia program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi oleh yayasan yang mengatasnamakan di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
Tawaran ini datang melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPJI DIY dan disampaikan kepada anggota di Bantul.
Ketua PPJI Bantul Febri Lestanto membenarkan adanya tawaran tersebut, meskipun ia enggan menyebutkan nama yayasan yang dimaksud.
Menurut Febri, meskipun tawaran ini cukup mencuat, respon dari anggotanya cenderung kurang antusias.
“Karena itu diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing anggota, tidak menyangkut nama PPJI,” ujar Febri.
Bagi anggota yang tertarik, mereka dipersilakan untuk menghubungi yayasan langsung, dengan catatan bahwa hal itu dilakukan secara pribadi, tanpa melibatkan organisasi PPJI.
Namun sebagian besar anggota diklaim merasa tidak tertarik untuk bergabung, mereka justru pesimistis.
Mengingat besarnya modal yang diperlukan serta ketidakpastian dalam hal pembayaran.
"Karena modalnya besar disaat yang bersamaan belum jelas mekanisme pembayarannya," sambungnya.
Selain itu, dengan adanya permintaan yang tinggi untuk penyediaan MBG, anggota PPJI khawatir hal tersebut akan mempengaruhi kelancaran pesanan yang sudah ada, terutama bagi pelanggan tetap mereka.
"Anggota PPJI Bantul tidak begitu berharap jadi penyedia MBG," ungkapnya.
Sementara ini, program MBG di Bantul baru berlangsung di MTs Negeri 9 Bantul saja sejak Senin (17/2/2025) lalu.
Penyediaannya dari SPPG Lanud Adisutjipto dan sudah berjalan selama sepekan terakhir.
Kepala MTsN 9 Bantul Siti Solichah menuturkan, dalam sepekan pertama pelaksanaan MBG berjalan lancar.
Sementara ini belum ada keluhan berarti dari siswa atas menu ataupun pelaksanaan MBG. "InsyaAllah akan berjalan setiap hari sampai sebelum puasa," tuturnya. (rul/wia).
Editor : Winda Atika Ira Puspita