Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Srandakan Lama Kembali Ambrol, Kini Kondisinya Terbagi Jadi Tiga Bagian

Khairul Ma'arif • Rabu, 19 Februari 2025 | 02:42 WIB

 

JADI TIGA BAGIAN: Jembatan Srandakan lama kembali ambrol, kali ini posisinya berada di bagian sisi barat.
JADI TIGA BAGIAN: Jembatan Srandakan lama kembali ambrol, kali ini posisinya berada di bagian sisi barat.
 

 

BANTUL - Belum genap dua pekan pasca-ambrolnya Jembatan Srandakan lama pada Kamis (6/2) lalu. Kini jembatan yang terletak di Kalurahan Trimurti, Srandakan, Bantul itu kembali ambrol.

Pantauan Radar Jogja, robohnya jembatan tidak pada sisi yang sebelumnya ambrol. Namun justru di bagian barat. Sehingga membuat Jembatan Srandakan lama kini terpisah menjadi tiga bagian. Material robohan jembatan pun masih tampak menonjol di aliran Kali Progo.

Lurah Trimurti Agus Purwoko mengatakan, runtuhnya kembali Jembatan Srandakan lama diperkirakan terjadi pada Senin (17/2) malam. Warganya memang ada yang mendengar suara gemuruh. Lantas ketika dicek, kondisi jembatan sudah runtuh.

Menurutnya, penyebab ambrolnya tentu karena jebolnya Dam Srandakan. Membuat pasir dan air yang melewati Kali Progo tidak memiliki penahan. “Langsung bablas, tidak ada yang tertahan untuk melindungi tiang jembatan," tuturnya Selasa (18/2).

Selain itu, kondisi tersebut diperparah karena tiang jembatan sudah ringkih karena dibangun sejak zaman Belanda sekitar 1925 silam. Menurutnya, warganya sangat berharap agar penanganan jebolnya Dam Srandakan dipercepat oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) yang sekarang masih terus dikebut.

Sebab penanganan yang lama terhadap Dam Srandakan dampaknya akan membahayakan Jembatan Srandakan Baru yang masih berfungsi. "Dampaknya bisa mengenai Jembatan Srandakan 2 yang merupakan jalan utama," sambungnya.

Sementara itu, Panewu Srandakan Sarjiman menambahkan, jembatan yang ambrol tersebut tidak akan diperbaiki karena memang sudah tidak difungsikan. "Menurut saya sekarang bagaimana mengamankan Jembatan Srandakan 2 yang terpenting, dan itu wewenang BBWSSO," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas BBWSSO Ifan Endi Susanto mengaku, tidak mengetahui secara pasti persentase perbaikan Dam Srandakan. Menurutnya, hal tersebut akan ditanyakan terlebih dahulu ke tim teknis yang menangani. "Masih lanjut perbaikan (bersifat, Red) darurat," ucapnya.

 

Adapun rentang waktu pengerjaannya, direncanakan rampung dalam waktu tiga bulan. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dam Srandakan #Jembatan Srandakan Lama #Jembatan Srandakan #BBWSSO #kali progo #Jembatan Srandakan 2 #Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO)