BANTUL - Panen raya pertanian padi dilakukan di Canden, Jetis, Bantul. Setiap hektare lahan disebut menghasilkan padi hingga 9,3 ton.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengklaim, capaian tersebut cukup tinggi produktivitasnya. Itu karena rata-rata produktivitas lahan pada di Indonesia hanya 5,4 ton per hektare. "Ini menunjukan pertanian Bantul punya daya saing sehingga sektor ini terus kami dorong," kata Halim saat ikut panen raya Jumat (7/2/2025).
Menurutnya, hasil panen langsung dibeli oleh Bulog Jogjakarta. Dihargai Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).
Halim menilai, panen raya ini sebagai upaya kontribusi target swasembada pangan di 2025. "Karenanya Februari ini kami menargetkan 2.500 hektare tanaman padi yang harus selesai," sambungnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jogjakarta Ninik Setyowati menuturkan, harga pokok penjualan (HPP) GKP memang Rp 6.500. Oleh karena itu, tidak boleh ada petani yang mendapatkan harga di bawahnya. "Kurang lebih 10 ton akan langsung kami beli," ucapnya.
Menurutnya, untuk target Provinsi DIJ, serapan GKP mencapai 41 ribu ton. Saat ini, sudah ada kesepakatan di masing-masing kabupaten/kota. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita