BANTUL - Jebolnya Dam Srandakan masih menjadi tontonan warga. Selama dua hari terakhir, masyarakat memadati Jembatan Srandakan lama untuk melihat kondisi dam. Oleh karena itu, jembatan ini ditutup Selasa (28/1/2025).
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, sebelumnya sudah dipasang imbauan larangan berhenti dan parkir di atas Jembatan Srandakan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mendekati daeran rawan bahaya. Terlebih wilayah jembatan yang sudah mengalami erosi.
Saat ini, water barrier turut dipasang di ujung jembatan. Agar masyarakat tidak bisa melintas dan parkir di jembatan. “Serta tidak nekat turun ke sungai baik di jembatan maupun di bekas dam yang jebol,” imbaunya.
Sementara itu, Panewu Srandakan Sarjiman menambahkan, tindakan antisipatif itu dilakukan untuk mnghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meminta agar ada kesadaran dari masyarakat untuk hati-hati dan tidak mendekat di area lokasi dam yang jebol. "Termasuk di Jembatan Srandakan lawas yang sudah dengkleng," tuturnya.
Baca Juga: Stadion Candradimuka Buruk, Laga Persak di Liga 4 Jateng Pindah ke Lapangan Kampung
Menurutnya, tidak primanya kondisi jembatan sudah terjadi sejak 1998. Bahkan jembatan ini tak lagi difungsikan saat jembatan baru selesai dibangun. Meskipun tak jarang masih dilewati oleh pengendara sepeda maupu motor. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita