BANTUL - Momen libur panjang seperti sekarang ini menimbulkan peningkatan mobilitas dan volumen kendaran di Kabupaten Bantul.
Ruas-ruas jalan menuju destinasi wisata utamanya Pantai Parangtritis atau perbukitan Dlingo akan didatangi banyak wisatawan.
Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul masih melakukan pemantauan secara manual.
Artinya menempatkan petugas Dishub di sejumlah titik keramaian atau jalan yang banyak dilalui pengendara.
Hal tersebut lantaran belum dimilikinya Area Traffic Control System atau ATCS.
"Belum punya, CCTV yang ada saat ini milik Diskominfo," ujar Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi, Senin (28/1/2025).
Tentunya CCTV milik Diskominfo tersebut kefungsiannya berbeda dengan yang dibutuhkan Dishub dalam ATCS.
Menurutnya, sudah dilakukan pengusulan ATCS untuk di Bantul tetapi belum disstujui. Sementara ini memang, Bantul bukan nihil ATCS.
Sudah ada di beberapa titiknya namun itu miliki Dishub Provinsi DIJ sehingga ruang kendalinya dari sana.
"Simpang Empat Klodran dan Simpang Empat Ketandan," sambungnya.
Untuk diketahui ATCS merupakan teknologi informasi yang membantu pengendalian lalu lintas di suatu kawasan.
Tujuannya tentu sebagai upaya pengoptimalan lalin di persimpangan agar tidak menimbulkan crowded.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo menambahkan, kajian terhadap keberadaan ATCS sudah dilakukan.
Anggarannya sangat mahal sehingga pengajuannya tidak bisa dilakukan melalui APBD Bantul. Melainkan harus melalui DAK atau Danais.
"Tetapi tetap kami ajukan karena Bantul belum punya ATCS," ungkapnya.
ATCS akan sangat membantu ketugasan Dishub Bantul karena dapat memantau titik-titik strategis secara terpusat.
Dia menilai, populasi volume kendaraan di Bantul meningkat ditambah beberapa titik yang rawan terhadap kecelakaan.
Pemantauan ATCS akan menjadi mengetahui kondisi lalu lintas menjadi lebih riil terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di jalan Bantul.
Toto menyampaikan, jika merujuk hasil kajian yang ada Bantul sudah sangat membutuhkan ATCS.
"Dengan teknologi ATCS lebih efisien dalam pengendalian termasuk melakukan evaluasi," tegasnya.
Kondisi tersebut tentunya sangat berdampak pada efektivitas penyebaran petugas.
Utamanya ketika ada momen libur panjang seperti sekarang yang sudah pasti dibutuhkan pemantauan lalin yang komprehensif.
ATCS membutuhkan ruangan khusus sebagai pusat monitor pemantauan lalin.
Menurutnya, berdasarkan kajian yang sudah dilakukan, ATCS di Bantul sementara menyasar sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Wahidin SH, dan Jalan Imogiri. (rul)