Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dam Srandakan Jebol Gegara Debit Air yang Deras, BBWS Serayu-Opak: Akan Ada Penanganan Darurat

Khairul Ma'arif • Minggu, 26 Januari 2025 | 22:06 WIB

 

BABLAS: Dam Srandakan di Trimurti jebol diduga karena derasnya aliran air Kali Progo dan menjadi tontonan warga sekitar
BABLAS: Dam Srandakan di Trimurti jebol diduga karena derasnya aliran air Kali Progo dan menjadi tontonan warga sekitar

BANTUL - Dam Srandakan, Kabupaten Bantul jebol diduga karena debit air di Kali Progo yang begitu deras.

Kondisi tersebut diketahui, Minggu (26/1/2025) dan menjadi tontonan warga sekitar.

Penanganannya menjadi wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala BBWS Serayu-Opak Gatut Bayuadji mengaku, pada prinsipnya instansinya siap melakukan penanganan darurat.

Hal tersebut sebagai upaya penanggulangan sementara yang nantinya akan dilakukan perbaikan permanen.

"Tahun ini penanganan prioritas dahulu," katanya, Minggu (26/1/2025).

Menurutnya, Dam Srandakan yang berlokasi di Kalurahan Trimurti ini memiliki panjang sekitar 300 meter.

Alumni Fakultas Geografi UGM ini menyampaikan perbaikan menyeluruh akan turut dilakukan sepanjang 300 meter karena memang kondisinya sudah rusak.

Dari analisa sementaranya, ada dua penyebab jebolnya Dam Srandakan tersebut.

"Debit air terlalu besar dari hulu dan sedimentasi menyusut karena pengambilan pasir," sambungnya.

Diketahui memang tepi Kali Progo menjadi kawasan penambangan pasir.

Pengambilan pasir tersebut membuat volume air menjadi lebih besar dan arusnya bertambah deras.

Gatut menuturkan, Dam Srandakan sudah diidentifikasi oleh BBWS Serayu-Opak sejak dua tahun lalu sudah direncanakan designnya.

Saat itu, asumsi awalnya masih bisa dipakai meskipun harus direhab.

"Ternyata sudah collapse jadi perlu kami review untuk diperbarui semua," tuturnya.

Dia mengungkapkan, Dam Srandakan ini bukan berfungsi untuk irigasi mengairi area produktif pertanian.

Melainkan berfungsi agar tidak terjadi gerusan atau penurunan dasar sungai sehingga Jembatan Srandakan tetap aman.

Gatut mengungkapkan, Dam Srandakan memiliki peran penting agar gerusan dasar sungai aman sehingga mampu mengamankan konstruksi jembatan.

Oleh karena itu, jebolnya Dam Srandakan ini tidak menimbulkan dampak banjir. Akan dilakukan proteksi secara darurat secepatnya agar jembatan aman.

"Kami berharap masyarakat patuhi police line agar tidak terlalu mendekat," bebernya.

Pasalnya, memang lokasi jebolnya tersebut mengundang perhatian warga untuk melihat secara langsung.

Dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga dipasangi garis polisi.

Titik masyarakat menonton memang sangat rentan mengalami ambrol karena tidak ada penahan betonnya.

Dari analisa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul panjang Dam Srandakan yang jebol sekitar 160 meter dengan lebar sekitar 35 meter.

Sementara itu, Lurah Trimurti Agus Purwaka mengatakan, lokasi Dam Srandakan di Padukuhan Kedungbule Gerso.

Menurutnya, tidak diketahui secara pasti waktu jebolnya namun, semuanya baru mengetahui pada Minggu (26/1/2025) pagi.

Dam Srandakan sendiri sudah lebih dari 20 tahun berdiri sejak pertama kali dibangun.

"Dam itu fungsinya melindungi jembatan Srandakan agar pasir di sekitar tiangnya tidak langsung tergerus terbawa arus air Kali Progo," ungkapnya.

Lanjutnya, memang itu menjadi penting karena Jembatan Srandakan yang lawas ambles di tengah satu di antara penyebabnya karena pasir sebagai pengikat tiang jembatan bablas tergerus air. (rul)

Editor : Bahana.
#srandakan #Bantul