BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul memulai sosialisasi program padat karya infrastruktur, Senin (20/1/2025). Sosialisasi dijadwalkan akan berlangsung hingga pertengahan Februari. Rencananya menyasar 195 titik padukuhan. Sehingga pengerjaan bisa dimulai pada akhir Februari dan bisa selesai pertengahan Maret.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati mengatakan, selain personel dari instansinya, sosialisasi dilakukan oleh para anggota DPRD Bantul di daerah pemilihannya. "Dihadiri oleh para calon pekerja dan masyarakat yang lokasinya mendapat padat karya infrastruktur," katanya Senin (20/1/2025).
Dilibatkannya masyarakat setempat agar mereka mendapatkan pemasukan. Khususnya warga yang setengah menganggur maupun menganggur. Terlebih proses pengerjaan infrastruktur ini dijadwalkan selama 21 hari. "Harapannya pelaksanaannya sesuai target dan masyarakat mendapat suntikan dana," tuturnya.
Nantinya, padat karya infrastruktur ini akan meliputi pembangunan cor blok, talut, dan bangket. Anggaran padat karya infrastruktur untuk kali ini sebesar Rp 19,5 miliar. Karena ada 195 titik, setiap paket pekerjaan akan mendapat Rp 100 juta.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah menyebut, sosialisasi dilakukan di Padukuhan Gerselo dan Karangsemut pada Senin (20/1/2025). Dia berharap, padat karya infrastruktur dapat meningkatkan sarana dan prasarana di tingkat padukuhan menjadi lebih baik.
"Serta para pekerjanya mendapat suntikan pemasukan," bebernya.
Ke depan selain fasilitas padat karya ini dapat mengurangi angka pengangguran di Bantul. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita