BANTUL - Kabupaten Bantul sudah memasuki musim penghujan sejak November-Desember 2024. Selama itu pula, berbagai kejadian bencana sudah terjadi di Bumi Projotamansari. Seperti pohon tumbang, hingga tanah longsor.
Supervisor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, selama November, ada 30 kali kejadian pohon tumbang. Sedangkan tanah longsor terjadi sebanyak 14 kali. "Ada juga lima kali kejadian angin kencang selama November," katanya Rabu (1/1/2025).
Posisi kedua terbanyak tanah longsor di Kapanewon Imogiri sebanyak delapan kali. Masing-masing satu kejadian tanah longsor terjadi di Jetis, Kasihan, Pleret dan dua sisanya di Piyungan. Estimasi kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp 202 juta.
Sedangkan kejadian angin kencang sebanyak 22 kali sepanjang Desember. "Pohon tumbang selama Desember terjadi sebanyak 10 kali," ucapnya.
Sementara dampak bangunan selama Desember masih dalam penghitungan. Termasuk di antaranya berkaitan jumlah korban jiwa maupun luka. BPBD Bantul sendiri sudah menyiagakan 75 pos di seluruh kalurahan untuk menghadapi musim penghujan.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Michael Risakotta mengimbau, selama musim penghujan warga Bantul waspada terhadap tanah longsor dan angin kencang. Juga bersiaga terhadap ancaman banjir. "Masyarakat harus bisa mengetahui karakteristik bencana yang sering dialami," pesannya.
Dengan begitu, keisapsiagaan dapat dilakukan secara maksimal. Khususnya dalam penyelamatan jiwa dan harta benda. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita