Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disnakertrans Bantul Berangkatkan Empat KK untuk Transmigrasi ke Sulawesi, Kuota Tahun Depan Masih Menunggu Kementrans

Khairul Ma'arif • Kamis, 26 Desember 2024 | 14:25 WIB

MIGRASI: Sejumlah transmigran yang sudah diberangkatkan Disnakertrans Bantul ke Pulau Sulawesi.
MIGRASI: Sejumlah transmigran yang sudah diberangkatkan Disnakertrans Bantul ke Pulau Sulawesi.
 

BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul hanya memberangkatkan empat kepala keluarga (KK) untuk transmigrasi tahun ini. Seluruhnya berjumlah 14 jiwa, yang akan tinggal di Pulau Sulawesi.

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati mengatakan, seluruhnya telah diberangkatkan pada 17 dan 18 Desember. Mereka berasal dari Srigading, Potorono, Tamanan, dan Argorejo. Dua KK melakukan transmigrasi ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan dua lainnya ke Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Seluruhnya sudah memiliki rumah tipe 36 dengan status hak milik. Selain itu, para transmigran juga mendapat lahan pertanian dengan status miliknya sendiri. “Di sana mengurus pertanian lada dan kelapa sawit,” sebutnya kemarin (25/12).

Luasan lahan pertanian yang diperoleh, mencapai satu hektare. Luasan ini bisa saja bertambah ketika sudah lima tahun menetap di sana.

Keluarga yang diberangkatkan, lanjutnya, memiliki batas usia 50 tahun. Pun mereka telah masuk daftar tunggu sejak 2021. Sehingga dia memastikan, transmigrasi dilakukan atas dasar sukarela. Meski demikian, pelatihan dan pembinaan tetap dilakukan sebelum pemberangkatan.

Sedangkan untuk kuota transmigrasi tahun depan, masih menunggu alokasi dari Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Biasanya, jumlahnya akan diperoleh pada Februari 2025.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah mengingatkan, agar Disnakertrans Bantul benar-benar selektif dalam memilih calon transmigran. Harus ada pembekalan sehingga memiliki keahlian dan pengetahuan yang mumpuni utamanya survival dalam pertanian atau perkebunan.

Menurutnya, jangan sampai kemudian ketika sudah diberangkatkan kemudian transmigran tersebut kembali pulang ke daerah asal. “Karena di tengah kemajuan zaman dan kemudahan transportasi seperti ini saya kira program transmigrasi tentu mempunyai tantangan yang berbeda,” tandasnya. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Komisi D #rumah tipe 36 #survival #Srigading #DPRD Bantul #kabupaten bantul #status #Disnakertrans #kementerian transmigrasi #tamanan #sulawesi barat #Kabupaten Mamuju Tengah #Transmigran #Kabupaten Luwu Timur #pulau sulawesi #lahan pertanian #dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi #Argorejo #Hak Milik #KK #kepala keluarga #transmigrasi #kementrans #Potorono #perkebunan #kelapa sawit #sulawesi selatan #desember