BANTUL - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mematikan target retribusi di 33 pasar di Kabupaten Bantul tidak berubah tahun depan.
Yakni, senilai Rp 5 Miliar.
Kendati begitu, jumlah pedagang mengalami penurunan.
"Target 2025 tidak ada peningkatan tetap sekitar lima miliar karena tidak ada regenerasi pedagang di pasar, penjual muda lebih milih dagang online," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan DKUMPP Bantul Zona Paramitha, Selasa (10/12/2024).
Menurutnya, ada 11 ribu total pedagang pasar di Kabupaten Bantul. Namun hingga sekarang terus mengalami penurunan hingga 6,3 persen.
Zona Paramitha mengungkapkan, jumlah pedagang yang memilih berjualan di pasar cenderung minim seiring merebaknya pasar online.
Pedagang yang berjualan di pasar cenderung diminati kalangan tua. Sedangkan kalangan muda lebih tertarik berdagang di platform online.
Oleh sebab itu, regenerasi menjadi sulit.
Dia membeberkan, pedagang yang berjualan, dikenakan retribusi berkisar Rp 100 sampai Rp 350 per meter persegi per hari.
Tarif retribusi setiap pedagang berbeda berdasarkan lokasi dagang.
Di antaranya, model kios, los dan pelataran, juga berdasarkan kelas pasar.
Kelas pasar tipe A paling tinggi sedangkan tipe D paling rendah.
Tagihan retribusi dilakukan sebulan sekali bagi para pedagang.
"Desember ini sudah mencapai di atas 90 persen dari target retribusi sekitar Rp 5 miliar," ungkapnya.
Lanjut, Zona, untuk meningkatkan geliat di pasar rakyat pada 2025 nanti terus digenjot.
Salah satunya dengan melakukan riset.
Riset tersebut tidak hanya melibatkan pedagang saja tetapi juga kalangan konsumen sebagai responden.
Riset akan ditargetkan di lima pasar, yakni Pasar Bantul, Pasr Piyungan, Pasar Angkruksari, Pasar Mangiran dan Pasar Niten.
"Riset dilakukan dari Januari hingga April 2025, kami kaji secara akademis untuk mengetahui keinginan konsumen untuk pasar di Bantul seperti apa," tuturnya.
Ketua Komis B DPRD Bantul Arif Haryanto menyebut besaran target retribusi pasar untuk 2025 sudah disetujui dan sudah ditetapkan nilainya.
Tidak ada yang berubah dengan tahun lalu.
Yang perlu ditekankan adalah bagaimana menambah geliat pasar. Jangan sampai pasar kalah dengan platform online.
"Sekarang harus dioptimalkan daya tarik membeli masyarakat ke pasar," tuturnya.
Di antaranya melalui promosi ataupun event yang harusnya dapat dilangsungkan di pasar.
Dia menilai, konsep pengembangan pasar di Bantul agar lebih kekinian belum ada rencana yang mendetail. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva