BANTUL - Anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul dalam APBD 2025 turun. Yakni dari Rp 179 miliar pada 2024, menjadi Rp 147 miliar.
Plt Kepala DPUPKP Jimmy Arlan Manumpak Simbolon menyebut, penurunan ini terjadi karena ada penyesuaian dengan program pusat yakni makan bergizi gratis (MBG). Bahkan, APBD Bantul 2025 yang masih evaluasi di provinsi ini bisa saja diturunkan lagi. Sebab karena dari penetapannya masih mengalami defisit tujuh persen.
Padahal, ambang batas defisit yang bisa ditoleransi hanya empat persen. Sehingga harus dikurangi tiga persen. "Semoga saja anggaran DPUPKP tidak kena dampaknya," harapnya Jumat (12/6/2024).
Jimmy mencontohkan untuk anggaran jalan. Jika sebelumnya senilai Rp 81 miliar, sekarang hanya 61,6 miliar. Padahal, pekerjaan rumah untuk perbaikan jalan di Bantul masih cukup banyak.
Sebab dari total panjang ruas jalan 1.200 kilometer, baru 66 persen yang kondisinya mantap. "Di tengah penurunan angka anggaran kami coba tingkatkan pemeliharaan untuk tahun dapat agar layanan terhadap masyarakat tetap maksimal," tuturnya.
Selain itu, pemeliharaan jalan untuk 2025 meningkat Rp 1,5 miliar. Oleh karena itu, dinasnya berkomunikasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengupayakan dana alokasi khusus (DAK).
Jimmy menyebut, tahun depan DPUPKP Bantul mendapat DAK Rp 13 miliar untuk pengembangan air minum dalam kaitannya Pamsimas. Selain itu, ada juga DAK Rp 5 miliar untuk irigasi pertanian.
"DAK untuk jalan tahun depan Bantul tidak dapat," ungkapnya.
Hal itu karena, DAK Kementerian PUPR khusus jalan diberikan untuk daerah yang persentase kemantapan jalannya di bawah 59 persen dari jumlah keseluruhan ruas jalan yang dimiliki. Sedangkan Bantul, capaian kemantapan jalannya sudah menyentuh angka 64 persen.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bantul Dwi Kristiantoro membenarkan jika anggaran DPUPKP turun. "Anggarannya turun signifikan," tegasnya.
Meski begitu, dia berpesan untuk tetap diupayakan dengan maksimal. Utamanya berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur dan irigasi teknis untuk memudahkan kalangan petani di Bantul. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita