BANTUL - Jelang coblosan di Kabupaten Bantul, sejumlah paslon melakukan kegiatan khusus. Calon bupati nomor urut 1 Untoro Hariadi melangsungkan doa bersama di rumahnya, Trirenggo, Bantul, Selasa malam (26/11/2024).
"Doa bersama saya mulai sehabis Isya, dihadiri tetangga dan kerabat dekat," katanya kemarin. Menurutnya, setelah melewati masa kampanye yang panjang selama dua bulan, doa bersama menjadi penutup keseluruhannya.
Dia menyebut, sebagai manusia sudah sepatutnya mengupayakan segala keinginan dan cita-cita, termasuk ketika memiliki kemauan mengabdikan diri sebagai bupati Bantul. Rentetan usahanya sudah dilakukan selama dua bulan terakhir sebagai orang yang beriman.
"Doa itu kan Bahasa Jawanya pinuwunan, memanjatkan doa artinya menyempurnakan langkah dan menyerahkan semuanya kepada sang Maha Kuasa,” tambah pria yang berlatar belakang dosen ini. Untoro mengakui ini menjadi bagian ikhtiarnya bersama cawabupnya, Wahyudi Anggoro Hadi.
Diyakini, segala keputusan paling akhir dari Tuhan yang Maha Kuasa. Doa bersama menjadi ikhtiar terakhirnya sebelum hari coblosan dilangsungkan. Dia optimistis dapat memenangkan kontestasi Pilkada Bantul 2024.
Sementara itu, cawabup nomor urut dua Aris Suharyanta mengaku tidak memiliki kegiatan khusus untuk menghadapi coblosan. Saat dikonfirmasi Selasa (26/11/2024), mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul ini hanya menyebut sedang menerima tamu.
"Saya menerima tamu dari pagi di rumah. Tidak ke mana-mana," tandas pasangan dari cabup petahana Abdul Halim Muslih ini.
Lalu, bagaimana dengan paslon nomor urut tiga? Calon wakil bupati Rony Wijaya Indra Gunawan yang berpasangan dengan cabup Joko B Purnomo saat dihubungi Radar Jogja tidak memberikan jawaban perihal kegiatan yang dilakukan sehari sebelum pencoblosan. WA yang dikirim koran ini sempat dibaca, tetapi tidak membalasnya. (rul/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita