Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kebutuhan Daging Kambing di Bantul Sangat Tinggi, Capai 700-800 Ekor per Hari

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 24 November 2024 | 04:00 WIB

Masyarakat Srimartani Bantul saat menengok Kandang Kambing dari AMB Bantul
Masyarakat Srimartani Bantul saat menengok Kandang Kambing dari AMB Bantul
 

BANTUL - Angkatan Muda Berkemajuan (AMB) Kabupaten Bantul terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak kambing. Melalui program pembinaan, AMB telah membentuk sejumlah kelompok ternak yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan daging kambing di Kabupaten Bantul.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, kebutuhan daging kambing di Bantul sekitar 700-800 ekor per hari. Akan tetapi, produksi lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagian besar pasokan daging kambing justru berasal dari luar kota, meskipun terdapat sejumlah koperasi peternak di DIY.

Ketua AMB Bantul Adnan Madyananto menyatakan, saat ini pihaknya telah berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap para peternak kambing di Kabupaten Bantul. Tujuannya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di tingkat desa.

Sebab menurutnya, dengan adanya kelompok ternak binaan itu, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Sekaligus meningkatkan harga jual bagi peternak. "Selama ini banyak peternak yang hanya memiliki jaringan terbatas. Akhirnya untuk menjual kambing mereka harganya tidak sesuai dengan standar," katanya kepada para awak media di Srimartani, Bantul, Sabtu (23/11/2024).

Sementara Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengungkapkan, sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul belum bisa menyediakan bahan baku ternak para kuliner kambing di Bumi Projotamansari. Meskipun pemkab sendiri juga telah melakukan berbagai cara untuk menanggulangi hal tersebut. Seperti kawin suntik gratis sejak 2017 silam. Tapi program itu belum terbilang signifikan untuk peningkatan populasi kambing di Bantul.

"Jadi memang untuk bahan baku yang dikonsumsi sehari-hari itu masih didatangkan dari luar. Pemkab Bantul baru bisa mencukupi lima sampai sepuluh persen dari kebutuhan itu," ungkapnya.

Melihat besarnya potensi pasar daging kambing di Bantul, Joko berharap supaya ada investor yang mau berinvestasi pada sektor peternakan. Sebab menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, investor, dan peternak lokal diharapkan dapat mempercepat peningkatan produksi daging kambing tersebut.

"Sekarang ini peternakan bisa menjadi sebuah lapangan pekerjaan baru. Saya ingin anak-anak muda juga bergerak di bidang peternakan itu," tegasnya. (ayu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pembinaan #memenuhi #ekor #kabupaten bantul #dkpp #peternak kambing #kebutuhan #kelompok ternak #meningkatkan kesejahteraan #AMB #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian #Bantul #produksi lokal #Angkatan Muda Berkemajuan #daging kambing