BANTUL - Pesta demokrasi baik Pemilu, Pilpres, ataupun Pilkada seperti saat ini menjadi momen yang dinantikan pengusaha konveksi. Itu karena peserta Pilkada banyak memesan kaus bergambar yang berisi ajakan agar dipilih. Sarana kaus menjadi opsi untuk memperkenalkan diri dan mengkampanyekan program yang diusung.
Apalagi di musim kampanye seperti ini banyak pasangan calon (paslon) yang memesan kaus di konveksi. Seperti misalnya Ranggi Prathita, pengusah konveksi di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul yang sudah sejak pertengahan Juli menerima pesanan dari sejumlah calon kepala daerah. Jumlah pesanannya pun terkadang sangat banyak sehingga menjadi berkah tersendiri.
Ranggi memastikan ketika tidak momen pesta demokrasi sulit mencapai pesanan angka tersebut. Bahkan, biasanya paling banyak hanya sekitar 600 pcs pesanan dalam sebulan ketika tidak ada Pilkada. Sedangkan saat Pilkada sering mendapat pesanan sampai 400 pcs hanya dalam rentang waktu dua pekan saja.
"Perbedaan pendapatan bisa meningkat 50-60 persen saat Pilkada begini," tuturnya. Menurutnya, saat tidak momen pesta demokrasi rata-rata pendapatannya sebulan sebagai pengusaha konveksi mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta. Biasanya peningkatannya hanya pesta demokrasinya saja ketika sudah pencoblosan pemesanan turun lagi.