Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Akan Tambah TPS3R di Beberapa Kalurahan, Ini Lokasinya!

Khairul Ma'arif • Rabu, 16 Oktober 2024 | 05:00 WIB

 

Pengurukan akses jalan menuju TPS3R, lahan berasal dari hibah tanah warga.
Pengurukan akses jalan menuju TPS3R, lahan berasal dari hibah tanah warga.

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus berupaya menangani persoalan sampah di wilayahnya. Selain membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul juga berupaya membangun tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di sejumlah kalurahan.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, saat ini pembangunan TPS3R telah dilakukan di Kalurahan Bantul, Kalurahan Caturharjo, Pandak, dan Kalurahan Potorono, Banguntapan menggunakan dana keistimewaan (danais). Selain itu, ada pula TPS3R di Kalurahan Tamanan, Banguntapan, serta Kalurahan Karangtengah, Imogiri.

“Pembangunannya didasarkan kemampuan dan kesiapan dari kalurahan, jangan sampai kami bangun TPS3R tetapi tidak berjalan,” katanya Selasa (15/10/2024).

Menurutnya, setiap TPS3R membutuhkan pembiayaan listrik dan tenaga pemilah untuk dapat terus beroperasi. Oleh karena itu kesiapan untuk aspek tersebut menjadi penting sebelum menghadirkan TPS3R.

Saat ini, baru TPS3R Tamanan yang sudah beroperasi. Sedangkan sisanya masih dalam proses pembangunan. Dari kelimanya, hanya TPS3R Tamanan saja yang dibangun menggunakan APBD Pemkab Bantul sedangkan sisanya dari danais.

Bambang mengklaim, TPS3R di tingkat kalurahan tidak hanya berusaha menyelesaikan persoalan sampah. Lebih dari itu dapat menunjang perekonomian karena ada tenaga kerja yang diberikan upah. “Penting bisa menopang tetapi tidak semua selesai di TPS3R karena design kamarnya berbeda fungsinya,” sebutnya.

Menurutnya, rata-rata TPS3R di kalurahan hanya bisa mengolah lima ton sampah per hari. Meski demikian, sampah bisa diselesaikan di tingkat kalurahan. “Adanya TPS3R terpilahnya lebih terjamin sehingga kerja TPST makin ringan dan cepat,” tuturnya.

Sementara Lurah Potorono Prawata membenarkan, sekarang sedang ada pembangunan TPS3R di wilayahnya yang sudah berjalan sekitar 10 hari. Anggaran danais untuk pembangunan TPS3R di Padukuhan Sanan Kulon ini mencapai Rp 2,5 miliar. Pembangunannya di tanah kas desa (TKD) seluas 3.000 meter persegi yang sudah mendapat izin dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. “Sekarang baru pembangunan pondasi targetnya selesai dalam 110 hari kerja,” ujarnya.

Diperkirakan, pembangunan selesai pada akhir Desember 2024. Nantinya, sampah yang bisa diolah mencapai 20 ton per hari. Namun sampah di Potorono, hanya berkisar delapan ton per hari. Sehingga sisa kuota pengolahan, bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah luar kalurahan. “Nanti ada nominalnya sampah yang masuk TPS3R,” tuturnya. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#TPS3R #Danais #kalurahan #Sampah #DLH Bantul #Pemkab Bantul